- KalenderΒ Jawa Agustus 2026 1 Agustus 2026 2 Agustus 2026 3 Agustus 2026 4 Agustus 2026 5 Agustus 2026 6 Agustus 2026 7 Agustus 2026 8 Agustus 2026 9 Agustus 2026 10 Agustus 2026 11 Agustus 2026 12 Agustus 2026 13 Agustus 2026 14 Agustus 2026 15 Agustus 2026 16 Agustus 2026 17 Agustus 2026 18 Agustus 2026 19 Agustus 2026 20 Agustus 2026 21 Agustus 2026 22 Agustus 2026 23 Agustus 2026 24 Agustus 2026 25 Agustus 2026 26 Agustus 2026 27 Agustus 2026 28 Agustus 2026 29 Agustus 2026 30 Agustus 2026 31 Agustus 2026
- Tentang Kalender Jawa
- Tradisi Mulud di Jawa Timur 1. Pawai Maulid Nabi di Surabaya 2. Tradisi Keresen di Mojokerto 3. Endog-endogan di Banyuwangi 4. Rebu'en di Probolinggo 5. Muludhen di Madura 6. Sebar Udikan di Madiun 7. Rebutan Koin di Kediri
Kalender Jawa masih menjadi acuan bagi sebagian masyarakat untuk mengetahui penanggalan tradisional, mulai dari pasaran, weton, hingga pergantian bulan Jawa. Penanggalan ini juga masih digunakan sebagai acuan dalam berbagai tradisi budaya, adat, hingga penentuan hari-hari penting oleh sebagian masyarakat Jawa.
Selama Agustus 2026, masyarakat akan memasuki bulan Mulud, salah satu bulan yang memiliki makna penting dalam tradisi Jawa. Selain identik dengan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, Mulud juga menjadi waktu diselenggarakannya berbagai tradisi Maulid di sejumlah daerah, termasuk di Jawa Timur (Jatim).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalender Jawa Agustus 2026
Bulan Agustus 2026 mencakup dua bulan dalam Kalender Jawa 1960, yakni Sapar dan Mulud. Penanggalan diawali dengan 16 Sapar 1960 pada 1 Agustus 2026, kemudian memasuki 1 Mulud 1960 pada Sabtu 15 Agustus 2026.
Pergantian menuju bulan Mulud menjadi salah satu momen penting dalam penanggalan Jawa karena bulan ini berkaitan dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW serta berbagai tradisi Maulid yang masih dilestarikan masyarakat.
Berikut Kalender Jawa Agustus 2026 berdasarkan penanggalan yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag), yang memuat tanggal Masehi, kalender Jawa, kalender Hijriah, pasaran, dan weton sebagai panduan dalam mengetahui penanggalan maupun tradisi masyarakat Jawa.
1 Agustus 2026
Hari: Sabtu
Pasaran: Kliwon
Weton: Sabtu Kliwon
Kalender Jawa: 16 Sapar 1960
Kalender Hijriah: 17 Safar 1448 H
2 Agustus 2026
Hari: Minggu
Pasaran: Legi
Weton: Minggu Legi
Kalender Jawa: 17 Sapar 1960
Kalender Hijriah: 18 Safar 1448 H
3 Agustus 2026
Hari: Senin
Pasaran: Pahing
Weton: Senin Pahing
Kalender Jawa: 18 Sapar 1960
Kalender Hijriah: 19 Safar 1448 H
4 Agustus 2026
Hari: Selasa
Pasaran: Pon
Weton: Selasa Pon
Kalender Jawa: 19 Sapar 1960
Kalender Hijriah: 20 Safar 1448 H
5 Agustus 2026
Hari: Rabu
Pasaran: Wage
Weton: Rabu Wage
Kalender Jawa: 20 Sapar 1960
Kalender Hijriah: 21 Safar 1448 H
6 Agustus 2026
Hari: Kamis
Pasaran: Kliwon
Weton: Kamis Kliwon
Kalender Jawa: 21 Sapar 1960
Kalender Hijriah: 22 Safar 1448 H
7 Agustus 2026
Hari: Jumat
Pasaran: Legi
Weton: Jumat Legi
Kalender Jawa: 22 Sapar 1960
Kalender Hijriah: 23 Safar 1448 H
8 Agustus 2026
Hari: Sabtu
Pasaran: Pahing
Weton: Sabtu Pahing
Kalender Jawa: 23 Sapar 1960
Kalender Hijriah: 24 Safar 1448 H
9 Agustus 2026
Hari: Minggu
Pasaran: Pon
Weton: Minggu Pon
Kalender Jawa: 24 Sapar 1960
Kalender Hijriah: 25 Safar 1448 H
10 Agustus 2026
Hari: Senin
Pasaran: Wage
Weton: Senin Wage
Kalender Jawa: 25 Sapar 1960
Kalender Hijriah: 26 Safar 1448 H
11 Agustus 2026
Hari: Selasa
Pasaran: Kliwon
Weton: Selasa Kliwon
Kalender Jawa: 26 Sapar 1960
Kalender Hijriah: 27 Safar 1448 H
12 Agustus 2026
Hari: Rabu
Pasaran: Legi
Weton: Rabu Legi
Kalender Jawa: 27 Sapar 1960
Kalender Hijriah: 28 Safar 1448 H
13 Agustus 2026
Hari: Kamis
Pasaran: Pahing
Weton: Kamis Pahing
Kalender Jawa: 28 Sapar 1960
Kalender Hijriah: 29 Safar 1448 H
14 Agustus 2026
Hari: Jumat
Pasaran: Pon
Weton: Jumat Pon
Kalender Jawa: 29 Sapar 1960
Kalender Hijriah: 1 Rabiul Awal 1448 H
15 Agustus 2026
Hari: Sabtu
Pasaran: Wage
Weton: Sabtu Wage
Kalender Jawa: 1 Mulud 1960
Kalender Hijriah: 2 Rabiul Awal 1448 H
16 Agustus 2026
Hari: Minggu
Pasaran: Kliwon
Weton: Minggu Kliwon
Kalender Jawa: 2 Mulud 1960
Kalender Hijriah: 3 Rabiul Awal 1448 H
17 Agustus 2026
Hari: Senin
Pasaran: Legi
Weton: Senin Legi
Kalender Jawa: 3 Mulud 1960
Kalender Hijriah: 4 Rabiul Awal 1448 H
18 Agustus 2026
Hari: Selasa
Pasaran: Pahing
Weton: Selasa Pahing
Kalender Jawa: 4 Mulud 1960
Kalender Hijriah: 5 Rabiul Awal 1448 H
19 Agustus 2026
Hari: Rabu
Pasaran: Pon
Weton: Rabu Pon
Kalender Jawa: 5 Mulud 1960
Kalender Hijriah: 6 Rabiul Awal 1448 H
20 Agustus 2026
Hari: Kamis
Pasaran: Wage
Weton: Kamis Wage
Kalender Jawa: 6 Mulud 1960
Kalender Hijriah: 7 Rabiul Awal 1448 H
21 Agustus 2026
Hari: Jumat
Pasaran: Kliwon
Weton: Jumat Kliwon
Kalender Jawa: 7 Mulud 1960
Kalender Hijriah: 8 Rabiul Awal 1448 H
22 Agustus 2026
Hari: Sabtu
Pasaran: Legi
Weton: Sabtu Legi
Kalender Jawa: 8 Mulud 1960
Kalender Hijriah: 9 Rabiul Awal 1448 H
23 Agustus 2026
Hari: Minggu
Pasaran: Pahing
Weton: Minggu Pahing
Kalender Jawa: 9 Mulud 1960
Kalender Hijriah: 10 Rabiul Awal 1448 H
24 Agustus 2026
Hari: Senin
Pasaran: Pon
Weton: Senin Pon
Kalender Jawa: 10 Mulud 1960
Kalender Hijriah: 11 Rabiul Awal 1448 H
25 Agustus 2026
Hari: Selasa
Pasaran: Wage
Weton: Selasa Wage
Kalender Jawa: 11 Mulud 1960
Kalender Hijriah: 12 Rabiul Awal 1448 H
26 Agustus 2026
Hari: Rabu
Pasaran: Kliwon
Weton: Rabu Kliwon
Kalender Jawa: 12 Mulud 1960
Kalender Hijriah: 13 Rabiul Awal 1448 H
27 Agustus 2026
Hari: Kamis
Pasaran: Legi
Weton: Kamis Legi
Kalender Jawa: 13 Mulud 1960
Kalender Hijriah: 14 Rabiul Awal 1448 H
28 Agustus 2026
Hari: Jumat
Pasaran: Pahing
Weton: Jumat Pahing
Kalender Jawa: 14 Mulud 1960
Kalender Hijriah: 15 Rabiul Awal 1448 H
29 Agustus 2026
Hari: Sabtu
Pasaran: Pon
Weton: Sabtu Pon
Kalender Jawa: 15 Mulud 1960
Kalender Hijriah: 16 Rabiul Awal 1448 H
30 Agustus 2026
Hari: Minggu
Pasaran: Wage
Weton: Minggu Wage
Kalender Jawa: 16 Mulud 1960
Kalender Hijriah: 17 Rabiul Awal 1448 H
31 Agustus 2026
Hari: Senin
Pasaran: Kliwon
Weton: Senin Kliwon
Kalender Jawa: 17 Mulud 1960
Kalender Hijriah: 18 Rabiul Awal 1448 H
Tentang Kalender Jawa
Kalender Jawa merupakan sistem penanggalan yang hingga kini masih digunakan oleh sebagian masyarakat Jawa sebagai acuan dalam mengetahui tanggal tradisional, pasaran, dan weton. Penanggalan ini juga kerap menjadi bagian dari berbagai tradisi budaya, adat, maupun kegiatan keagamaan di sejumlah daerah.
Secara sistem, kalender Jawa menggunakan perhitungan berdasarkan peredaran bulan (lunar), sehingga memiliki kemiripan dengan kalender Hijriah. Satu tahun dalam kalender Jawa terdiri atas 12 bulan, yaitu sebagai berikut.
- Suro
- Sapar
- Mulud
- Bakda Mulud
- Jumadil Awal
- Jumadil Akhir
- Rejeb
- Ruwah
- Pasa
- Sawal
- Sela
- Besar
Salah satu ciri khas kalender Jawa adalah pergantian hari yang dimulai saat matahari terbenam atau setelah Magrib. Selain itu, kalender Jawa juga memadukan siklus tujuh hari dengan lima hari pasaran, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon, yang membentuk weton dan masih dikenal luas dalam tradisi masyarakat Jawa.
Tradisi Mulud di Jawa Timur
Bulan Mulud dalam kalender Jawa identik dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Di Jawa Timur, momen ini dirayakan melalui berbagai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Setiap daerah memiliki cara yang berbeda dalam memperingati Maulid Nabi, tetapi seluruh tradisi tersebut sama-sama menjadi bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
1. Pawai Maulid Nabi di Surabaya
Masyarakat Kelurahan Karah, Surabaya, menggelar Pawai Maulid Nabi yang diikuti warga dengan iring-iringan keliling kampung. Kegiatan ini biasanya ditutup dengan pagelaran hadrah dan musik religi sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi.
2. Tradisi Keresen di Mojokerto
Tradisi Keresen berupa gerebeg pohon kersen yang dihiasi hasil bumi dan berbagai produk warga. Masyarakat kemudian berebut hasil bumi tersebut sebagai simbol kebersamaan, keberkahan, dan semangat meneladani ajaran Rasulullah SAW.
3. Endog-endogan di Banyuwangi
Tradisi Endog-endogan dilakukan dengan menghias telur yang ditancapkan pada batang bambu. Bagi masyarakat Osing, telur menjadi simbol kelahiran, keimanan, dan keikhlasan dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
4. Rebu'en di Probolinggo
Warga Desa Sologodek, Kabupaten Probolinggo, melestarikan tradisi Rebu'en dengan menggantung makanan dan perlengkapan ibadah di musala atau masjid. Setelah pembacaan selawat, warga bersama-sama berebut berbagai barang tersebut sebagai bagian dari perayaan Maulid.
5. Muludhen di Madura
Tradisi Muludhen di Madura diisi dengan pembacaan Barzanji yang menceritakan riwayat hidup Nabi Muhammad SAW, ceramah keagamaan, serta doa bersama. Masyarakat juga membawa tumpeng dan aneka hidangan untuk didoakan sebelum dinikmati bersama.
6. Sebar Udikan di Madiun
Sebar Udikan merupakan tradisi menyebarkan uang koin kepada masyarakat saat peringatan Maulid Nabi. Kegiatan yang diwariskan secara turun-temurun ini selalu menarik antusiasme warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
7. Rebutan Koin di Kediri
Masyarakat Kelurahan Jamsaren, Kota Kediri, memiliki tradisi Rebutan Koin yang telah berlangsung sejak awal abad ke-20. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur'an, uang koin dilempar kepada warga sebagai simbol berbagi sekaligus mengajak anak-anak untuk semakin dekat dengan masjid.
