Di Kabupaten Nganjuk, terdapat sebuah dusun dengan nama unik, yaitu Bingungan. Wilayah ini terletak di Desa Kedungpadang, Kecamatan Rejoso.
Bagi masyarakat setempat, nama tersebut bukan sekadar label administratif, melainkan sebuah jejak sejarah yang telah diwariskan turun-temurun.
Kepala Dusun Bingungan, Anggi Marayana mengatakan, nama Bingungan berawal dari cerita orang-orang terdahulu yang kerap bingung hingga tersesat saat memasuki wilayahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan cerita sesepuh dan tradisi lisan atau toponimi warga setempat, penamaan Dusun Bingungan erat kaitannya dengan kondisi geografis kawasan tersebut pada masa lampau.
Menurut Anggi, dahulu kala, wilayah Rejoso dan sekitarnya berupa hutan belantara yang dialiri beberapa anak sungai dan kedung atau lubuk sungai.
Konon, pada zaman babat alas, para pengembara, penderes, maupun pendatang yang melintasi kawasan ini sering kali mengalami disorientasi arah.
"Jadi dahulu kala, banyak pendatang yang sering kali berputar-putar di area yang sama ketika masuk ke wilayah ini. Mereka merasa kehilangan arah," ungkap Anggi, Sabtu (15/8/2026).
Rasa bingung yang dialami oleh para musafir tersebut terjadi berulang kali hingga muncul sebutan kawasan yang menciptakan kebingungan di tengah masyarakat.
"Sehingga muncul sebutan, wilayah sini sebagai papan sing nggawe bingung (tempat yang membuat bingung). Dari ungkapan itulah, kawasan ini kemudian dinamai Dusun Bingungan," papar Anggi.
Kini, Dusun Bingungan telah berkembang menjadi pemukiman yang aman, asri, dan hangat. Mayoritas warganya menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan peternakan.
Gotong royong dan tradisi sedekah bumi masih terus dirawat dengan baik, sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus penghormatan atas sejarah para leluhur pembabat alas Dusun Bingungan.
