Ratusan lampion berbentuk simbol budaya lokal menghiasi kawasan perkotaan Banyuwangi pada Kamis (13/8/2026) malam. Pawai Lampion yang dibawakan oleh ribuan anggota Pramuka tingkat SD hingga SMA se-Kabupaten Banyuwangi ini digelar untuk memperingati Hari Pramuka ke-65 sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Pawai tahun ini terasa lebih meriah karena berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember dalam rangka Peringatan Hari Indonesia Menabung wilayah Sekarkijang.
Berbagai lampion berbentuk kearifan lokal ditampilkan dalam parade tersebut, mulai dari sosok Wayang, Barong Osing, Penari Gandrung, instrumen Angklung Caruk, hingga tradisi Petik Laut, Kebo-Keboan, dan Puter Kayun. Atraksi pertunjukan seni di sepanjang rute turut menyedot perhatian ribuan penonton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rini, warga asal Kebalen, mengatakan atraksi pertunjukan seni di sepanjang rute parade membuatnya berkesan. Sebab tema yang diambil benar-benar mengangkat kekayaan budaya lokal.
"Perayaannya sangat meriah dan jauh lebih kreatif dari tahun-tahun sebelumnya. Kekayaan budaya Banyuwangi benar-benar terlihat di festival ini," kata Rini, Jumat (14/8/2026).
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pawai lampion tahun ini memiliki konsep berbeda karena memadukan kekayaan budaya Banyuwangi dengan edukasi literasi keuangan.
Pawai lampion yang dibawakan oleh ribuan anggota Pramuka tingkat SD hingga SMA se-Kabupaten Banyuwangi (Foto: Dok. Istimewa) |
Kolaborasi tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama pelajar, mengenai pentingnya menabung melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).
"Terima kasih OJK Jember yang sudah berkolaborasi. Mudah-mudahan semakin banyak anak-anak kita yang meningkat literasinya terkait keuangan," ujarnya.
Ipuk berharap kebiasaan menabung dapat membentuk keluarga yang lebih siap menghadapi kebutuhan tidak terduga serta mampu merencanakan masa depan dengan lebih baik.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar semakin cerdas mengelola keuangan di tengah perkembangan layanan digital, termasuk mewaspadai pinjaman dan investasi ilegal.
"Malam ini lampion telah menerangi Banyuwangi. Saya berharap ketika lampion padam, cahayanya tetap tinggal dalam diri kita, menjadi cahaya literasi keuangan dan kebiasaan menabung," kata Ipuk.
Sementara itu, Kepala OJK Jember Aris Budiman, memuji semangat para pelajar dalam festival lampion ini. Pihaknya sengaja memusatkan Puncak Hari Indonesia Menabung wilayah Sekarkijang di Banyuwangi.
Banyuwangi dipilih karena menjadi barometer kinerja percepatan akses keuangan daerah. Berbagai inovasi terus dihadirkan guna meningkatkan pemahaman keuangan seluruh lapisan masyarakat.
Program Satu Rekening Satu Pelajar terus didorong lewat sinergi berbagai pihak. Karakter sabar dan bertanggung jawab diharapkan tumbuh seiring kebiasaan menabung anak-anak.
"Lampion merupakan simbol cahaya dan harapan masa depan kita semua. Demikian pula halnya dengan kebiasaan menabung," tegas Aris.

