- Lirik Lagu Hari Merdeka
- Siapa Pencipta Lagu Hari Merdeka?
- Sejarah Lagu Hari Merdeka
- Apa Makna Lagu Hari Merdeka? 1. Mengenang Momen Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 2. Kemerdekaan Milik Seluruh Rakyat Indonesia 3. Semangat Mempertahankan Kemerdekaan 4. Ajakan untuk Setia kepada Bangsa dan Negara 5. Komitmen Membela Indonesia
- Profil Husein Mutahar
Lagu Hari Merdeka selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) setiap 17 Agustus. Lagu yang identik dengan suasana upacara bendera, perlombaan, hingga berbagai perayaan kemerdekaan itu telah dinyanyikan oleh masyarakat Indonesia lintas generasi.
Meski sudah akrab di telinga masyarakat, tak sedikit yang masih bertanya, siapa pencipta lagu Hari Merdeka? Selain itu, bagaimana sejarah lagu tersebut hingga menjadi salah satu lagu wajib nasional yang selalu berkumandang setiap peringatan HUT RI?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lirik Lagu Hari Merdeka
Tujuh belas Agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka, nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Mer-deka
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih dikandung badan
Kita tetap, setia
Tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap, setia
Tetap sedia
Membela negara kita
Tujuh belas Agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka, nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Mer-deka
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih dikandung badan
Kita tetap, setia
Tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap, setia
Tetap sedia
Membela negara kita
Siapa Pencipta Lagu Hari Merdeka?
Lagu Hari Merdeka merupakan karya Sayyid Muhammad Husein bin Salim bin Ahmad bin Salim bin Ahmad Al-Muthahar atau yang lebih dikenal sebagai Husein Mutahar. Ia lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 5 Agustus 1916.
Selain dikenal sebagai pencipta lagu nasional, Mutahar juga merupakan seorang pejuang kemerdekaan, diplomat, tokoh kepanduan, dan pencetus Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Karya-karyanya tidak hanya menjadi bagian dari sejarah musik Indonesia, tetapi juga terus diwariskan sebagai media untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air.
Sejarah Lagu Hari Merdeka
Lagu Hari Merdeka diciptakan Husein Mutahar atau H Mutahar pada masa awal kemerdekaan Indonesia. Mengutip Buku 100 Konser Musik Indonesia (2018) yang dikutip CNN Indonesia, lagu tersebut lahir dalam suasana perang revolusi di Yogyakarta pada 1946.
Kala itu, Presiden Soekarno memanggil Husein Mutahar yang menjabat sebagai ajudannya. Sang Presiden kemudian meminta Mutahar membuat sebuah aubade, yakni nyanyian atau musik penghormatan yang dibawakan pada pagi hari.
Mendapat perintah tersebut, Mutahar sempat bergumam, "Aubade kok isuk-isuk,". Namun, ia tetap berusaha memenuhi permintaan Presiden. Karena tidak memiliki orkes sendiri, Mutahar meminjam orkes Keraton untuk mengiringi penampilan lagu tersebut.
Dalam proses latihannya, Mutahar mengonduktori para pemain orkes dengan berdiri di atas sebuah meja reyot. Begitu bersemangat memimpin, meja yang diinjak Mutahar bahkan sampai ambruk.
Meski demikian, persiapan tetap berjalan hingga lagu Hari Merdeka berhasil dipentaskan pada upacara peringatan 17 Agustus. Penampilan itu mendapat apresiasi langsung dari Presiden Soekarno. Dikisahkan, Soekarno memuji Mutahar dengan mengatakan, "Pinter kon iku..." atau "Pintar kamu itu..".
Sejak saat itu, Hari Merdeka dikenal sebagai salah satu lagu nasional yang identik dengan peringatan HUT RI. Dengan irama mars yang bersemangat, lagu tersebut membangkitkan rasa cinta tanah air, patriotisme, dan semangat persatuan yang terus diwariskan kepada generasi penerus.
Hingga kini, lagu tersebut masih menjadi bagian dari upacara bendera, lomba peringatan kemerdekaan, hingga berbagai acara kenegaraan setiap bulan Agustus untuk merayakan HUT RI.
Apa Makna Lagu Hari Merdeka?
Lagu Hari Merdeka karya Husein Mutahar tidak hanya membangkitkan semangat nasionalisme, tetapi juga mengandung pesan tentang perjuangan, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air. Berikut makna yang terkandung dalam setiap bagian lagu.
1. Mengenang Momen Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Bagian pembuka lagu mengingatkan masyarakat pada peristiwa bersejarah 17 Agustus 1945, ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Tanggal tersebut menjadi tonggak lahirnya bangsa Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.
2. Kemerdekaan Milik Seluruh Rakyat Indonesia
Lagu ini menegaskan bahwa kemerdekaan bukan hanya untuk golongan tertentu, melainkan milik seluruh bangsa Indonesia. Kemerdekaan menjadi simbol persatuan seluruh rakyat yang berhasil terbebas dari penjajahan.
3. Semangat Mempertahankan Kemerdekaan
Salah satu pesan utama dalam lagu ini adalah pentingnya menjaga kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan. Semangat tersebut mengingatkan bahwa kemerdekaan harus terus dipertahankan oleh setiap generasi.
4. Ajakan untuk Setia kepada Bangsa dan Negara
Lagu Hari Merdeka juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tetap setia dan siap menjaga kedaulatan negara. Tanggung jawab mempertahankan Indonesia tidak hanya berada di tangan aparat negara, tetapi juga menjadi kewajiban seluruh warga negara.
5. Komitmen Membela Indonesia
Bagian penutup lagu menegaskan pentingnya membela negara serta menjaga persatuan dan keutuhan Indonesia. Pesan ini menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan harus terus diwariskan dan diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi bangsa.
Profil Husein Mutahar
Selain dikenal sebagai komponis, Husein Mutahar juga merupakan pejuang kemerdekaan, diplomat, tokoh kepanduan, dan penggagas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Ia ikut dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang, dan kemudian mengabdi di Istana Presiden Yogyakarta. Saat Agresi Militer Belanda II pada 1948, Mutahar dipercaya untuk menyelamatkan Bendera Pusaka Merah Putih.
Setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia melalui Konferensi Meja Bundar pada 1949 dan Presiden Soekarno kembali ke Istana Yogyakarta pada 1950, Bendera Pusaka tersebut dikembalikan ke Istana dan dijahit kembali oleh Fatmawati seperti kondisi semula.
Tak hanya dikenal sebagai pencipta lagu nasional, Mutahar juga merupakan penggagas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Konsep pengibaran Bendera Pusaka oleh para pemuda pada upacara kenegaraan di Istana Negara merupakan gagasannya.
Tradisi tersebut masih dipertahankan hingga sekarang dan menjadi salah satu simbol penghormatan terhadap Sang Saka Merah Putih setiap peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Atas jasa-jasanya kepada bangsa, Mutahar menerima penghargaan, di antaranya Bintang Mahaputera Tingkat I dan Bintang Gerilya.
Selain lagu Hari Merdeka, Husein Mutahar juga menciptakan sejumlah lagu nasional yang hingga kini masih dikenal masyarakat Indonesia. Di antaranya Syukur dan Dirgahayu Indonesiaku. Selain lagu nasional, Mutahar juga menciptakan berbagai lagu untuk pendidikan kepanduan atau Pramuka sebagai berikut.
- Gembira
- Tepuk Tangan Silang-Silang
- Mari Tepuk
- S'lamatlah
- Jangan Putus Asa
- Tiba Saat Berpisah
- Himne Pramuka
Lebih dari sekadar lagu wajib nasional, Hari Merdeka merupakan simbol semangat perjuangan bangsa Indonesia. Karya Husein Mutahar tidak hanya mengiringi peringatan kemerdekaan, tetapi menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan, menghargai jasa pahlawan, dan mengisi kemerdekaan dengan kontribusi nyata.
