35 Weton Jawa, Bagaimana Cara Menghitung Neptu?

35 Weton Jawa, Bagaimana Cara Menghitung Neptu?

Irma Budiarti - detikJatim
Jumat, 10 Jul 2026 12:30 WIB
Ilustrasi weton Jawa.
Ilustrasi weton Jawa. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Weton merupakan salah satu sistem penanggalan dalam Kalender Jawa yang masih dikenal luas hingga kini. Sistem ini menggabungkan hari dalam sepekan dengan lima hari pasaran Jawa untuk menghasilkan nilai neptu yang dipercaya memiliki makna tertentu dalam tradisi masyarakat Jawa.

Dalam tradisi Jawa, weton tidak hanya digunakan sebagai penanda hari kelahiran, tetapi juga menjadi dasar perhitungan untuk memilih hari baik, mencocokkan pasangan, hingga pelaksanaan berbagai kegiatan adat. Berikut penjelasan mengenai pengertian weton, cara menghitung neptu, hingga daftar lengkap 35 weton Jawa.

Apa Itu Weton?

Weton adalah sistem penanggalan dalam tradisi Jawa yang menggabungkan dua siklus hari, yakni tujuh hari dalam kalender Masehi (Minggu hingga Sabtu) dan lima hari pasaran Jawa yang terdiri atas Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, weton merupakan bagian dari kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Dalam kehidupan masyarakat Jawa, weton menjadi dasar berbagai perhitungan adat, termasuk menentukan hari baik, membaca kecocokan pasangan, hingga berbagai keperluan tradisional lainnya.

Sementara itu, menurut Primbon Jawa, gabungan tujuh hari dan lima pasaran tersebut membentuk siklus selama 35 hari. Setiap kombinasi memiliki nilai neptu yang diperoleh dari penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran.

ADVERTISEMENT

Cara Menghitung Neptu Weton

Untuk mengetahui nilai neptu suatu weton, seseorang perlu mengetahui hari kelahiran dan pasaran Jawa yang menyertainya. Kedua nilai tersebut kemudian dijumlahkan untuk memperoleh total neptu yang digunakan dalam perhitungan tradisi Jawa.

Nilai Neptu hari

  • Minggu: 5
  • Senin: 4
  • Selasa: 3
  • Rabu: 7
  • Kamis: 8
  • Jumat: 6
  • Sabtu: 9

Nilai Neptu Pasaran

  • Legi: 5
  • Pahing: 9
  • Pon: 7
  • Wage: 4
  • Kliwon: 8

Setelah mengetahui nilai masing-masing hari dan pasaran, langkah berikutnya adalah menjumlahkan kedua nilai tersebut. Berikut contoh perhitungan neptu weton yang sering digunakan dalam tradisi Jawa.

Misalnya, seseorang yang lahir pada Rabu Kliwon. Maka, nilai neptu hari Rabu adalah 7, sedangkan pasaran Kliwon 8. Jika dijumlahkan, hasilnya 15, sehingga neptu weton Rabu Kliwon adalah 15.

Weton-weton dalam Kalender Jawa

Kalender Jawa mengenal 35 kombinasi weton yang terbentuk dari perpaduan tujuh hari dalam sepekan dan lima hari pasaran. Masing-masing weton memiliki nilai neptu yang berbeda karena diperoleh dari penjumlahan nilai hari dan pasaran. Berikut daftar lengkap 35 weton dalam Kalender Jawa beserta nilai neptunya.

1. Weton Hari Minggu

  • Minggu Legi: Neptu 10
  • Minggu Pahing: Neptu 14
  • Minggu Pon: Neptu 12
  • Minggu Wage: Neptu 9
  • Minggu Kliwon: Neptu 13

2. Weton Hari Senin

  • Senin Legi: Neptu 9
  • Senin Pahing: Neptu 13
  • Senin Pon: Neptu 11
  • Senin Wage: Neptu 8
  • Senin Kliwon: Neptu 12

3. Weton Hari Selasa

  • Selasa Legi: Neptu 8
  • Selasa Pahing: Neptu 12
  • Selasa Pon: Neptu 10
  • Selasa Wage: Neptu 7
  • Selasa Kliwon: Neptu 11

4. Weton Hari Rabu

  • Rabu Legi: Neptu 12
  • Rabu Pahing: Neptu 16
  • Rabu Pon: Neptu 14
  • Rabu Wage: Neptu 11
  • Rabu Kliwon: Neptu 15

5. Weton Hari Kamis

  • Kamis Legi: Neptu 13
  • Kamis Pahing: Neptu 17
  • Kamis Pon: Neptu 15
  • Kamis Wage: Neptu 12
  • Kamis Kliwon: Neptu 16

6. Weton Hari Jumat

  • Jumat Legi: Neptu 11
  • Jumat Pahing: Neptu 15
  • Jumat Pon: Neptu 13
  • Jumat Wage: Neptu 10
  • Jumat Kliwon: Neptu 14

7. Weton Hari Sabtu

  • Sabtu Legi: Neptu 14
  • Sabtu Pahing: Neptu 18
  • Sabtu Pon: Neptu 16
  • Sabtu Wage: Neptu 13
  • Sabtu Kliwon: Neptu 17

Fungsi Weton dalam Tradisi Jawa

Dalam budaya Jawa, weton memiliki berbagai fungsi yang masih dijalankan oleh sebagian masyarakat hingga sekarang. Berdasarkan penjelasan Primbon Jawa dan berbagai tradisi yang berkembang, weton kerap digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk:

  • Menentukan hari baik pernikahan.
  • Memilih waktu lamaran atau pertunangan.
  • Memulai usaha atau berdagang.
  • Membangun maupun pindah rumah.
  • Menggelar selamatan atau hajatan.
  • Menghitung kecocokan pasangan berdasarkan neptu.

Meski demikian, penggunaan weton merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa. Praktik serta penafsirannya dapat berbeda-beda di setiap daerah maupun menurut kitab primbon yang dijadikan rujukan.

Benarkah Weton Menentukan Nasib?

Dalam tradisi Jawa, weton diyakini dapat menjadi salah satu pedoman untuk membaca watak, menentukan hari baik, maupun berbagai keperluan adat. Kepercayaan tersebut telah diwariskan selama berabad-abad dan menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Jawa.

Namun, weton bukanlah metode yang dapat dibuktikan secara ilmiah untuk menentukan karakter, keberuntungan, atau perjalanan hidup seseorang. Oleh karena itu, masyarakat dapat memandang weton sebagai salah satu warisan budaya yang mencerminkan nilai, filosofi, dan tradisi Jawa yang masih lestari hingga kini.

Weton merupakan bagian dari warisan budaya Jawa yang masih dipraktikkan oleh sebagian masyarakat hingga kini. Terlepas dari berbagai kepercayaan yang menyertainya, sistem penanggalan ini menjadi salah satu bentuk kearifan lokal yang mencerminkan kekayaan tradisi dan filosofi masyarakat Jawa.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads