Semarak Ratusan Warga Prigen Arak Ancak dalam Tradisi Sedekah Bumi

Semarak Ratusan Warga Prigen Arak Ancak dalam Tradisi Sedekah Bumi

Muhajir Arifin - detikJatim
Minggu, 14 Jun 2026 15:00 WIB
Ratusan Warga Prigen Arak Ancak dalam Tradisi Sedekah Bumi
Ratusan warga Prigen arak ancak dalam tradisi sedekah bumi/Foto: Muhajir Arifin/detikJatim
Pasuruan -

Ratusan warga Kelurahan Prigen, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, menggelar sedekah bumi. Kegiatan ini sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki, kesehatan, keselamatan, dan kerukunan yang mereka rasakan selama ini.

Kegiatan dipusatkan di Dusun Rekesan, Minggu (14/6/2026), dihadiri ratusan warga. Acara berlangsung meriah dengan arak-arakan ancak, pertunjukan kesenian bantengan, hingga pesta kembang api.

Sejak pagi, warga dari tiga RT di lingkungan RW 05 memadati jalan desa untuk mengikuti pawai ancak. Puluhan ancak berisi hasil bumi, bahan pokok, jajanan pasar, hingga aneka lauk-pauk berbahan daging sapi dan ayam diarak mengelilingi desa sebelum dipusatkan di lapangan depan balai RW setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak sekadar membawa hasil bumi, warga juga menghias ancak mereka dengan berbagai kreasi unik. Mulai dari replika hewan ternak, miniatur candi, hingga ornamen tradisional yang membuat arak-arakan terlihat semakin menarik dan penuh warna.

ADVERTISEMENT

Suasana semakin semarak dengan iringan kesenian bantengan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan yang sedang berada di kawasan lereng Gunung Arjuno tersebut. Dentuman petasan dan pesta kembang api turut menambah kemeriahan acara yang telah menjadi agenda budaya masyarakat Desa Rekesan sejak puluhan tahun lalu.

Ketua RW 05 Desa Rekesan, Subagyo mengatakan, Sedekah Bumi merupakan tradisi yang terus dipertahankan sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berbagai nikmat yang diterima warga. Selain itu juga sebagai upaya melestarikan budaya warisan leluhur.

"Tradisi ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan menjaga kerukunan antarwarga. Alhamdulillah, melalui Sedekah Bumi ini kami berharap seluruh warga Desa Rekesan semakin guyub rukun, sehat, damai, dan bahagia," kata Subagyo.

Rangkaian Sedekah Bumi telah dimulai sejak Sabtu (13/6/2026) malam. Warga menggelar doa bersama yang dipimpin para sesepuh desa sebagai bentuk permohonan keselamatan, kesehatan, dan kedamaian bagi seluruh masyarakat.

Sebagai bagian dari tradisi, warga juga melakukan penyembelihan seekor sapi hasil swadaya masyarakat. Daging sapi tersebut kemudian diolah dan dibagikan kepada warga sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang acara. Tidak hanya warga Rekesan, sejumlah pengunjung dari luar daerah juga datang untuk menyaksikan tradisi budaya yang masih lestari di tengah perkembangan zaman.

Levina, salah satu warga, mengaku senang bisa ikut merasakan suasana kebersamaan yang tercipta dalam perayaan tersebut.

"Senang sekali melihat warga berkumpul bersama. Arak-arakan ancaknya bagus-bagus, ditambah pertunjukan bantengan yang membuat acaranya semakin meriah," ujarnya.

Menariknya, seluruh hasil bumi dan makanan yang dibawa dalam ancak tidak hanya dinikmati warga setempat. Sesuai tradisi, berbagai bahan pangan tersebut juga dibagikan secara gratis kepada masyarakat luar desa yang hadir menyaksikan prosesi tersebut.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads