Grebeg Suro 2026 Diproyeksikan Bertaraf Nasional, Wapres Dikabarkan Hadir

Grebeg Suro 2026 Diproyeksikan Bertaraf Nasional, Wapres Dikabarkan Hadir

Charolin Pebrianti - detikJatim
Sabtu, 06 Jun 2026 12:15 WIB
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita (Foto: istimewa)
Ponorogo -

Pemerintah Kabupaten Ponorogo menyiapkan Grebeg Suro 2026 dengan skala yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain menghadirkan beragam agenda budaya, perhelatan tahunan tersebut juga diproyeksikan menjadi ajang promosi daerah yang mampu menarik perhatian pemerintah pusat hingga tamu dari berbagai wilayah Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengungkapkan bahwa sejumlah undangan telah dikirim kepada pejabat negara, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta beberapa menteri kabinet.

"Kami sudah mengundang Presiden, Wakil Presiden, dan sejumlah menteri untuk hadir dalam rangkaian kegiatan Grebeg Suro 2026," ujar Lisdyarita, Sabtu (6/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, komunikasi dengan berbagai pihak terus dilakukan. Bahkan, beberapa kementerian disebut telah memberikan respons positif terhadap undangan yang dikirimkan oleh Pemkab Ponorogo.

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, Lisdyarita menyebut informasi yang diterimanya menunjukkan bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berpeluang hadir dalam salah satu agenda utama Grebeg Suro. Meski demikian, kepastian kehadiran tersebut masih menunggu penyesuaian dengan agenda kenegaraan.

"Informasinya sudah ada kesiapan untuk hadir. Tinggal menyesuaikan waktu yang paling memungkinkan di tengah rangkaian kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari," katanya.

Pemkab Ponorogo berharap kehadiran tokoh-tokoh nasional dapat semakin memperluas gaung Grebeg Suro sebagai agenda budaya unggulan Jawa Timur. Apalagi, sejumlah acara besar telah disiapkan, mulai dari festival reog hingga berbagai prosesi adat yang menjadi daya tarik wisata.

Pada puncak acara, masyarakat akan disuguhi berbagai tradisi khas Ponorogo, seperti kirab pusaka dan ritual larung doa di kawasan Telaga Ngebel. Agenda tersebut selama ini menjadi magnet bagi wisatawan yang datang dari berbagai daerah.

"Kami ingin para tamu yang datang bisa melihat langsung kekayaan budaya dan potensi wisata yang dimiliki Ponorogo," ungkap Lisdyarita.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pemprov disebut akan mengirimkan kontingen reog untuk ambil bagian dalam Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI yang menjadi salah satu agenda utama Grebeg Suro tahun ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo menilai Grebeg Suro tidak hanya menjadi pesta budaya, tetapi juga momentum untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

Ia mengatakan meningkatnya kunjungan wisatawan akan memberikan dampak langsung terhadap berbagai sektor usaha, mulai dari UMKM, perhotelan, rumah makan, hingga jasa transportasi dan perjalanan wisata.

"Ini peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk menghadirkan produk yang kreatif dan mampu menarik minat pengunjung," ujarnya.

Menurutnya, posisi Ponorogo sebagai daerah asal reog yang telah memperoleh pengakuan dunia semakin memperkuat daya tarik Grebeg Suro. Dengan dukungan berbagai pihak, perayaan tahun ini diharapkan mampu menghadirkan lonjakan wisatawan sekaligus memperkuat citra Ponorogo sebagai salah satu destinasi budaya unggulan di Indonesia.




(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads