Yadnya Kasada Usai, Lebih dari 4 Ton Sampah Terkumpul di Kawasan Bromo

Yadnya Kasada Usai, Lebih dari 4 Ton Sampah Terkumpul di Kawasan Bromo

M Rofiq - detikJatim
Selasa, 02 Jun 2026 19:53 WIB
Kerja bakti setelah pelaksanaan Yadnya Kasada di Bromo, Probolinggo.
Kerja bakti setelah pelaksanaan Yadnya Kasada di Bromo, Probolinggo. (Foto: M Rofiq/detikJatim)
Probolinggo -

Pasca perayaan Yadnya Kasada 1948 Saka yang dihadiri ribuan warga dan wisatawan, kawasan Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo dibersihkan dari tumpukan sampah dari pengunjung. Setidaknya ada 4 ton sampah yang terkumpul dari kawasan lautan pasir hingga sekitar Pura Luhur Poten.

Sampah-sampah itu dikumpulkan dalam kegiatan kerja bakti yang berlangsung selama sekitar empat jam. Ada berbagai jenis sampah didominasi plastik bekas makanan dan minuman di kawasan kaldera atau lautan pasir Gunung Bromo yang ditinggalkan pengunjung selama Perayaan Yadnya Kasada umat Hindu Suku Tengger pada Senin (1/6).

Pada hari terakhir penutupan kawasan Bromo, Selasa (2/6/2026), petugas gabungan yang terdiri dari anggota Polres Probolinggo, TNI, petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, warga, serta pelaku jasa wisata gotong royong membersihkan kawasan wisata unggulan di Jatim itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kegiatan bersih-bersih dimulai dari pintu masuk Bromo di Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Tim gabungan kemudian menyisir kawasan lautan pasir Gunung Bromo hingga area sekitar Pura Luhur Poten.

ADVERTISEMENT

Di sepanjang jalur menuju kaldera masih ditemukan banyak sampah plastik yang berserakan. Selain itu, sejumlah tumpukan bekas perapian juga menjadi fokus pembersihan karena berpotensi mengganggu keindahan dan kelestarian lingkungan kawasan wisata.

Kapolsek Sukapura, AKP Ardhi Bitakumala mengatakan kegiatan bersih-bersih ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam Bromo sekaligus melibatkan seluruh elemen yang beraktivitas di kawasan wisata tersebut.

"Kami melaksanakan bersih-bersih di wilayah Gunung Bromo, lautan pasir, hingga Pura Poten Luhur dari sampah yang ditinggalkan pengunjung saat kegiatan Yadnya Kasada. Kegiatan ini didukung berbagai institusi, pelaku wisata, PHRI, komunitas, pemuda, pedagang asongan, pengemudi jip, dan semua pihak yang mencari rezeki di kawasan Gunung Bromo," ujarnya. Selasa (2/6/2026).

Menurut Ardhi, kegiatan itu juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Bhayangkara pada 1 Juli 2026. Ia berharap aksi gotong royong ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan kondisi alam Bromo.

"Jangan lupa kita jaga alam, maka alam akan menjaga kita," tambahnya.

Sampah yang berhasil dikumpulkan dalam kegiatan itu mencapai lebih dari 4 ton dan diangkut menggunakan 2 truk serta 3 kendaraan pikap. Dengan kembali bersihnya kawasan Bromo, seluruh pihak diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan di destinasi wisata.

Kawasan Gunung Bromo yang telah dikenal hingga mancanegara diharapkan tetap terjaga kebersihan dan kelestariannya sehingga terus menjadi destinasi unggulan yang nyaman bagi wisatawan maupun masyarakat yang menjalankan tradisi budaya dan keagamaan.




(abq/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads