Prosesi Manten Tebu Tandai Musim Giling PG Lestari Nganjuk

Prosesi Manten Tebu Tandai Musim Giling PG Lestari Nganjuk

Bakrie - detikJatim
Selasa, 19 Mei 2026 14:45 WIB
Prosesi Manten Tebu Meriah, Tandai Dimulainya Musim Giling PG Lestari Nganjuk
Prosesi Manten Tebu tandai dimulainya musim giling PG Lestari Nganjuk (Foto: Bakrie/detikJatim)
Nganjuk -

Tradisi Manten Tebu digelar Pabrik Gula (PG) Lestari, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, Selasa pagi (19/5/2026). Prosesi turun-temurun itu menjadi penanda musim buka giling tebu.

Sejak pagi, sepasang tebu pilihan diarak layaknya pengantin adat Jawa. Tebu yang diberi nama Bagus Rosan Prakosa dan Roro Ayu Manis itu sebelumnya diambil dari lahan tebu di Desa Drenges, Kecamatan Kertosono.

Batang tebu diangkut menggunakan traktor dan truk menuju area emplacement, sebelum kemudian diarak berjalan kaki sejauh 300 meter, ke halaman pabrik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan detikJatim, arak-arakan berlangsung meriah. Iringan rebana, jaranan, dan reog mengantar pasangan tebu menuju area pabrik.

ADVERTISEMENT

Ratusan pekerja, petani tebu, dan warga sekitar turut menyaksikan prosesi yang menjadi simbol syukur atas datangnya musim giling sekaligus doa agar produksi berjalan lancar.

"Saya selalu nonton setiap tahun karena unik. Kayak resepsi pengantin sungguhan. Ada prosesi temu manten, diserahterimakan ke yang punya hajat, diiringi kembang mayang dan gamelan," ujar Yulaikah (40), warga Desa Lestari, Kecamatan Patianrowo.

General Manager (GM) PG Lestari, Evan Muliawan mengatakan, tradisi manten tebu merupakan bentuk nguri-uri budaya leluhur. Menurutnya, ritual ini bukan sekadar seremoni, tetapi sarat makna doa keselamatan dan keberkahan bagi pabrik, petani, serta masyarakat sekitar.

"Ini budaya turun-temurun. Manten tebu menjadi simbol harapan agar proses giling berjalan lancar, hasil melimpah, dan semua diberi keselamatan," ujar Evan, Selasa (19/5/2026).

Selain prosesi adat, PG Lestari juga memanfaatkan tradisi tersebut untuk melibatkan potensi seni lokal. Wayang kulit, ludruk, hingga selawatan akan menjadi bagian rangkaian kegiatan pembuka musim giling. Seluruh kesenian yang ditampilkan berasal dari pelaku seni lokal Kabupaten Nganjuk.

Panen tebu tahun ini, ditargetkan 300 ribu ton. Dengan lahan penanaman seluas sekitar 4.100 hektare, tahun ini PG Lestari menargetkan hasil panen mencapai 300 ribu ton tebu atau setara 3 juta kuintal, dengan rendemen rata-rata 7,2 persen.

GM PG Lestari, Evan Muliawan mengatakan, kondisi cuaca menjadi faktor penentu capaian produksi. Berdasarkan prakiraan musim kemarau BMKG tahun ini, pihaknya optimistis target rendemen bisa tercapai.

Berbeda dengan tahun lalu yang terdampak hujan berkepanjangan sehingga kadar gula tebu menurun.

"Kalau cuaca sesuai prediksi, musim kemarau bagus, rendemen bisa naik. Tahun lalu terkendala hujan panjang, jadi hasilnya menurun," ungkap Evan, Selasa (19/5/2026).

Menurut Evan, PG Lestari menjadwalkan uji coba peralatan atau steam test pada 3 Juni 2026. Selanjutnya, proses giling tebu 2026 dijadwalkan dimulai pada 13 Juni 2026.

"Ada tiga mitra pabrik yang turut mendukung pasokan bahan baku, yaitu asosiasi, koperasi, dan himpunan petani tebu rakyat," pungkas Evan.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads