Tradisi Manten Tebu Tandai Buka Giling PG Mojopangung, Segini Targetnya

Tradisi Manten Tebu Tandai Buka Giling PG Mojopangung, Segini Targetnya

Adhar Muttaqin - detikJatim
Sabtu, 09 Mei 2026 17:15 WIB
Tradisi manten tebu kembali digelar Pabrik Gula Mojopanggung, Tulungagung untuk menandai musim giling 2026.
Tradisi manten tebu kembali digelar Pabrik Gula Mojopanggung, Tulungagung untuk menandai musim giling 2026. (Foto: Adhar Muttaqin/ detikjatim)
Tulungagung -

Tradisi manten tebu kembali digelar Pabrik Gula Mojopanggung, Tulungagung untuk menandai musim giling 2026. Tahun ini target penyerapan tebu rakyat mencapai 446.123 ton.

Manten tebu diawali dengan kirab sepasang boneka pengantin dan tebu dari perkampungan menuju kawasan pabrik. Di area dalam pabrik, prosesi kirab dilakukan secara estafet mulai pintu gerbang barat hingga stasiun gilingan.

Para pejabat pabrik secara bergantian menerima dan menyerahkan boneka pengantin kepada pejabat lain untuk dikirab hingga titik akhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah sampai di stasiun gilingan, boneka pengantin, tebu dan aneka sesaji diletakkan pada mesin konveyor dan selanjutnya digiling secara bersama-sama.

General Manager PG Mojopanggung, Sugiyanto, mengatakan manten tebu merupakan tradisi yang digelar secara turun-temurun untuk menandai musim giling. Budaya tersebut memiliki makna penyatuan antara pihak pabrik hingga petani.

ADVERTISEMENT

"Makna dari prosesi ini adalah mengawinkan petani tebu dengan pabrik gula. Harapannya, hubungan ini menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warrahmah, serta beranak pinak memberikan manfaat ekonomi sebesar-besarnya bagi masyarakat sekitar," kata Sugiyanto, Sabtu (9/5/2026).

Tradisi manten tebu kembali digelar Pabrik Gula Mojopanggung, Tulungagung untuk menandai musim giling 2026.Prosesi manten tebu digelar Pabrik Gula Mojopanggung Foto: Adhar Muttaqin/ detikjatim)

Kolaborasi antara petani selaku penyedia bahan baku dengan pihak pabrik wajib dilakukan untuk memenuhi target produksi dan keberlangsungan penyediaan gula secara nasional.

Menurutnya pada musim giling tahun ini, PG Mojopangung ditargetkan mampu menyerap dan melakukan penggilingan 446.123 ton tebu. Target itu didukung oleh cakupan lahan tebu seluas 6.783 hektar yang tersebar di Kabupaten dan Kota Blitar, Malang, Tulungagung, hingga Trenggalek.

"Kami optimistis rendemen (kadar gula dalam tebu) sebesar 7,21 persen dengan kapasitas giling minimal 2.864 TCD (Ton Cane per Day)," ujarnya.

Sementara itu target produksi gula PG Mojopangung, Tulungagung pada tahun ini mencapai 33.705 ton dengan lama musim giling 161 hari atau sekitar lima bulan.

Sugiyanto mengakui pada tahun 2025 target produksi gula gagal dicapai akibat kondisi cuaca ekstrem. Dampaknya nilai rendemen rendah dan tonase produksi gula tidak sesuai target.

"Tahun kemarin realisasinya sekitar 90 persen. Secara tonase tahun lalu sekitar 31.000 ton, dari target ya sekitar 33.000 ton. Tahun ini meningkat ya targetnya di 33.700 ton," ujarnya.

Pihaknya optimistis pada musim produksi tahun ini target tersebut bisa tercapai, terlebih kondisi cuaca dinilai cukup mendukung.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Tulungagung Santosa mengaku siap mendukung target produksi gula.

"Kami siap mendukung bahan baku agar Pabrik Gula bisa giling sesuai harapan," kata Snatosa.

Pihaknya mewakili para petani tebu tengah berupaya agar Harga Pokok Pembelian (HPP) gula dinaikkan dari Rp14.500/kilogram menjadi Rp16.875/kilogram.

"Melalui rakernas tanggal 25 Mei mendatang mudah-mudahan APTRI bsia secepatnya meminta pemerintah menetapkan HPP tersebut," katanya.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads