Puluhan jemaat dari tiga kepercayaan, yakni Buddha, Konghucu, dan Tao, menggelar ibadah malam Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Tahun 2026 di Klenteng Tri Dharma Sumber Naga, Kota Probolinggo. Kegiatan ini digelar Senin (16/2/2026) malam.
Ibadah yang dimulai pukul 22.30 WIB tersebut berlangsung khidmat hingga tepat pergantian tahun pada pukul 24.00 WIB. Sekitar 80-an jemaat hadir untuk melaksanakan sembahyang menyambut Tahun Kuda Api dengan penuh harap dan doa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam prosesi ibadah, jemaat melakukan sembahyang menghadap empat penjuru mata angin, yakni barat, timur, utara, dan selatan. Ritual ini melambangkan penghormatan kepada Tuhan, para dewa, leluhur, serta permohonan keselamatan dan rezeki dari segala arah kehidupan.
Di Tahun Kuda Api ini, para jemaat memanjatkan doa agar diberi keselamatan, kesehatan, serta rezeki yang berlimpah sepanjang tahun.
Usai sembahyang, suasana penuh kehangatan terasa ketika para jemaat saling memberi penghormatan dan mengucapkan "Gong Xie Fat Cai" sebagai simbol doa dan harapan akan kemakmuran.
Di penghujung acara, jemaat menyalakan kembang api di halaman klenteng. Suara dentuman keras dipercaya memiliki filosofi untuk mengusir aura dan roh-roh negatif, sementara nyala api melambangkan cahaya harapan yang diyakini dapat mendatangkan rezeki.
Meskipun hujan deras sempat mengguyur kawasan Kota Probolinggo, ibadah tetap berlangsung lancar. Bahkan, menurut pengurus klenteng, hujan sempat berhenti tepat saat umat mulai berdatangan untuk sembahyang.
Seluruh rangkaian hiburan yang telah direncanakan terpaksa ditiadakan akibat cuaca buruk, kecuali pertunjukan wayang kulit yang tetap digelar semalam suntuk sebagai hiburan bagi masyarakat.
Fernando Anglelo Patriko, salah satu jemaat generasi muda mengatakan, dirinya bersama generasi Gen Z lainnya tetap antusias merayakan Imlek di klenteng.
"Kami generasi muda masih datang merayakan Imlek. Harapannya setiap tahun bisa lebih bagus lagi dan diberi keselamatan. Tahun depan semoga bisa lebih berkembang lagi. Karena memang tradisi setiap malam tahun baru Imlek selalu datang ke klenteng untuk sembahyang, dan besok paginya datang lagi sebelum ke rumah saudara," ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Sementara itu, Ketua II Klenteng Tri Dharma Sumber Naga, Erfan Sujianto, mengungkapkan bahwa awalnya hanya dua hingga tiga orang yang hadir saat hendak memulai sembahyang. Namun, menjelang pukul 22.30 WIB, hujan berhenti dan umat mulai berdatangan.
"Sekitar 80-an jemaat hadir malam ini. Awalnya hanya beberapa orang, tapi kemudian umat berdatangan dan sembahyang berjalan lancar hingga selesai sekitar pukul 24.00 WIB. Kami mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek kepada sesama, semoga rezeki berlimpah," katanya.
Ia menambahkan, hujan sebenarnya merupakan berkah, namun karena intensitasnya cukup deras, sejumlah acara hiburan terpaksa dibatalkan.
Meski begitu, berkat sumbangan dari beberapa jemaat, kembang api tetap dapat dilaksanakan sebagai penutup perayaan malam Tahun Baru Imlek 2577 di Klenteng Tri Dharma Sumber Naga.
(dpe/hil)
