Begini Suasana Perayaan Imlek Keluarga Tionghoa di Pacitan

Begini Suasana Perayaan Imlek Keluarga Tionghoa di Pacitan

Purwo Sumodiharjo - detikJatim
Selasa, 17 Feb 2026 00:20 WIB
Keluarga keturunan Tionghoa melakukan sembahyang sambut Imlek
Keluarga keturunan Tionghoa melakukan sembahyang sambut Imlek (Foto: Purwo Sumodiharjo/detikJatim)
Pacitan -

Imlek merupakan saat istimewa bagi warga keturunan Tionghoa. Sebuah keluarga di Pacitan memilih tetap merayakan Tahun Baru tersebut meskipun dengan kemasan sederhana. Ada harapan akan kebaikan yang tercurah sekaligus syukur atas nikmat Yang Maha Kuasa.

Bau harum dupa tercium dari aula sebuah restoran di Jl Ahmad Yani. Warna serba merah menjadi latar pemandangan. Sementara beberapa orang terlihat bercengkrama sembari di kursi. Tak sekadar perayaan menjelang tahun baru, Imlek juga menjadi ajang reuni keluarga.

"Imlek itu kan tradisi. Meskipun dengan keterbatasan atau apa adanya kita tetap menjaga tradisi," ucap Chrismilia Natalia, pemilik rumah kepada detikJatim, Senin (16/2/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Chrismilia merupakan pengelola bisnis hotel dan restoran di 'Kota 1.001 Gua'. Di komplek tempat usaha itu pula dirinya beserta keluarga tinggal. Tradisi Tionghoa pun kental dengan kehidupan sehari-hari mereka. Salah satunya tergambar dari ornamen serba Imlek di seantero penjuru bangunan.

ADVERTISEMENT

Aktivitas yang rutin dilakukan saat Imlek adalah sembahyang. Selain wujud rasa syukur terhadap karunia Tuhan, ritual tersebut juga berisi permohonan agar di tahun yang baru dijauhkan dari segala kesulitan. Sebaliknya, berkat dan rezeki yang melimpah diharapkan mengalir seiring perubahan tahun.

Chrismilia beserta suami, Agustinus Agung Trisnanto, anak bungsunya Yohana Rimba Gemintang dan sebagian keluarga sudah melaksanakan sembahyang beberapa jam sebelumnya, tepatnya bersamaan matahari terbenam. Kini tinggal menunggu anak sulungnya tiba usai menempuh perjalanan dari Yogyakarta. Kelengkapan berupa aneka sesaji tetap dibiarkan di atas altar.

Benar saja. Tak berselang lama seorang remaja tampak masuk melalui pintu samping. Dia adalah Yohanes Elang Samudera, sosok yang sudah ditunggu kedatangannya. Usai bersalaman dan mencium tangan ibu dan ayahnya, Rimba bergegas pamit mandi. Beberapa menit kemudian dia kembali datang untuk bersembahyang.

"Tadi berangkat dari Jogja jam 17.30 naik motor, sempat berhenti sebentar di Wonosari. Karena memang ini momen penting bagi keluarga kami, jadi ya harus pulang," kata Elang yang berstatus mahasiswa jurusan Teknologi Informasi.

Perayaan Imlek kali ini di rumah Nonik, sapaan Chrismilia Natalia, tergolong berbeda. Meskipun kehadiran keluarga tak sebanyak tahun-tahun sebelumnya, namun dirinya tak merasakan berkurangnya makna. Justru sebaliknya, banyak sahabatnya datang sekaligus memberikan ucapan selamat.

"Kebetulan malam ini bersamaan acara rapat sama teman-teman 'Kangen Pacitan' untuk membahas persiapan Rawat Jagat," terang perempuan bernama Tionghoa Oei Sian Ing menyebut event budaya yang masuk dalam kalender pemkab.




(irb/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads