Rumah Budaya Malik Ibrahim Sidoarjo menghadirkan pameran seni digital dari delapan seniman Prancis. Pameran ini mengangkat tema teknologi digital dan posisi manusia di tengah derasnya arus perkembangan teknologi.
Direktur Institut Francais Indonesia (IFI) Surabaya, Sandra Vivier mengatakan, pameran ini resmi dibuka Rabu (28/8), dan akan berlangsung hingga 5 September 2025. Selain karya seni, pengunjung juga bisa mengikuti berbagai agenda tambahan.
"Kalau untuk pameran pembukaannya hari ini. Untuk umum mulai tanggal 29 sampai 5 September. Jadi berlangsung selama delapan hari. Kemudian tanggal 30, 31, 4 dan 5 akan ada side event seperti lokakarya, diskusi, dan pemutaran film. Detailnya bisa dilihat di Instagram Rumah Budaya," jelas Sandra, Jumat (29/8/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandra menambahkan, karya yang dipamerkan menyoroti berbagai isu, mulai dari sejarah internet, relasi antara kekuasaan dan masyarakat digital, hingga munculnya ruang bagi kelompok minoritas berkat dunia maya.
"Anak-anak muda yang lahir di era digital ini perlu tahu bahwa ada sejarah internet. Pameran ini juga menampilkan relasi seseorang dengan kekuasaan, misalnya karya tentang Mark Zuckerberg yang menggambarkan pengaruh besar dalam dunia internet. Di sisi lain, kita juga diajak merefleksikan bagaimana masyarakat hari ini jadi konsumtif karena kekuatan digital," ungkapnya.
Menurut Sandra, pameran ini untuk pertama kalinya digelar di Indonesia dan Sidoarjo dipilih karena Rumah Budaya Malik Ibrahim dinilai inovatif dan dekat dengan anak muda.
"Publik yang belum familiar dengan seni digital juga bisa mengenal. Harapannya, kita bisa mengedukasi mereka melalui pameran ini," ujarnya.
Sementara itu, pengelola Rumah Budaya Malik Ibrahim Sidoarjo, Satriagama Rakanaseta menyebut, pameran ini merupakan hasil kolaborasi IFI dengan Rumah Budaya Malik Ibrahim.
"Pameran ini salah satu kegiatan dalam momentum peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Prancis. Kami senang bisa menjadi tuan rumah untuk karya-karya internasional sekaligus menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat Sidoarjo," kata Satriagama.
Pameran seni digital ini menghadirkan total 10 karya, termasuk kolaborasi dua seniman dalam satu karya, serta karya yang menghadirkan peristiwa khusus di akhir rangkaian pameran.
(irb/hil)