Pesan Tersembunyi dari Bung Karno di Tugu Pahlawan Surabaya

Pesan Tersembunyi dari Bung Karno di Tugu Pahlawan Surabaya

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Jumat, 11 Nov 2022 10:55 WIB
Pesan tersembunyi Bung Karno di balik relief  emas di Tugu Pahlawan
Relief Tugu Pahlawan Surabaya yang ternyata menyimpan pesan tersembunyi dari Bung Karno. (Foto: Istimewa/Dok. Nanang Purwono)
Surabaya -

Keberadaan Tugu Pahlawan tak lepas dari peran Presiden Pertama RI Soekarno. Monumen itu menjadi pengingat peristiwa Pertempuran 10 November di Surabaya.

Setidaknya begitulah yang diketahui khalayak pada umumnya. Namun, bagi Ketua Begandring Soerabaia Nanang Purwono tidak hanya sebatas demikian.

Di balik monumen itu, Nanang menyatakan ada sejumlah pesan tersembunyi tentang Kota Surabaya dan Indonesia dari Presiden Pertama RI yang akrab disapa Bung Karno.

Menurutnya, Tugu Pahlawan tak sekadar refleksi masa lalu tetapi juga simbol proyeksi Bangsa Indonesia di masa depan.

"Pesan relief di Tugu Pahlawan yang paling penting menurut saya, yakni pesan masa depan. Nah, nilai proyeksi inilah yang tidak diketahui publik," kata Nanang kepada detikJatim.

Selama ini, masyarakat kerap mengartikan bahwa monumen Tugu Pahlawan hanyalah tanda atau tetenger peristiwa Pertempuran 10 November 1945 saja.

Nanang menegaskan bahwa pemaknaan itu bukannya keliru. Hanya saja refleksi tak melulu tentang menoleh ke masa lalu untuk melihat sejarah saja.

"Selama ini kami melihat Tugu Pahlawan itu pesan masa lalu, agar kami tidak meninggalkan dan melupakan sejarah sebagai tonggak mengingatkan kita akan pesan masa lalu, termasuk museum dan relief di depan mau pun di dalam. Bagus sebenarnya, agar kita tidak melupakan sejarah," katanya.

Makna Relief di Tugu Pahlawan

Sayangnya, Nanang mengaku tak tahu persis berapa jumlah dan detail dari relief di tugu yang ada di Kecamatan Bubutan, Surabaya itu. Namun, ia menerangkan beberapa relief yang ia ketahui kepada detikJatim.

Seperti halnya angka 10 pada tubuh monumen. Menurutnya, angka 10 menunjukkan tanggal dan disimbolkan dengan jumlah lekukan pada tubuh monumen.

Sedangkan, angka 11 diaplikasikan pada saf susunan batang monumen di Tugu Pahlawan. Kemudian angka 19 diwakili jumlah gambar gunungan yang menjadi ikat di dasar batang monumen.

Sementara angka 45 disimbolkan dengan ukuran puncak tugu monumen, yakni berukuran 45 yards yang melambangkan tahun kemerdekaan RI.

Tak ayal, 10 November 1945 merupakan buah pemikiran Soekarno untuk mengingatkan masyarakat Indonesia supaya tak melupakan sejarah.

"Ada istilahnya, Jas Merah, artinya jangan sekali-kali melupakan sejarah," kata dia.

Tak hanya itu, Nanang menyatakan bahwa seyogyanya Soekarno juga mengajak pemuda menjadi manusia tangguh.

Terlebih guna meneruskan, meluruskan, dan meraih cita-cita bangsa yang notabene menjadi harapan tertinggi para pejuang yang telah gugur di medan perang.

Ada rahim dan penis di Tugu Pahlawan. Baca selengkapnya di halaman selanjutnya.