Jasa Besar dr Soewandhie Saat Pertempuran 10 November di Surabaya

Esti Widiyana - detikJatim
Rabu, 09 Nov 2022 13:03 WIB
Potret dr Soewandhie (Dok: Achmad Zaki Yamani)
Surabaya -

Jasa dr Soewandhie dalam pertempuran 10 November 1945 Surabaya sangat besar. Tak heran Pemkot Surabaya kemudian mengabadikan namanya menjadi nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Penggiat Sejarah Pertempuran 10 November 1945, Achmad Zaki Yamani mengatakan dr Soewandhie merupakan Arek Suroboyo asli. Meski tidak pernah memanggul senjata, namun jasanya merawat para pejuang yang terluka saat pertempuran sangat besar.

"Dokter Soewandhie itu tak lepas dari peran beliau yang ikut merawat. Makanya nama beliau jadi nama RS di Surabaya. Memang beliau orang Surabaya dan ikut merawat," kata Zaki Yamani kepada detikJatim, Sabtu (5/11/2022).

Zaki menambahkan dr Soewandhi sebenarnya bukan satu-satunya dokter yang ada masa revolusi. Sebab juga ada sejumlah dokter lainnya yang juga punya peran besar dalam merawat para pejuang yang terluka saat pertempuran.

Tercatat, dr Soewandi bersama-sama turut berjuang merawat dan mengobati para pejuang bersama Soetopo yang kala itu menjabat Kepala Rumah Sakit Simpang. Kemudian ada juga drg Moestopo dan sebagainya.

Pada masa revolusi kemerdekaan, dr Soewandhie merupakan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya pertama. Karena peran dan jasanya, dr Soewandhie kemudian diangkat menjadi Ketua PMI Jatim.

Karena perannya ini dan merupakan Arek Suroboyo, Pemkot Surabaya akhirnya memutuskan mengabadikan menjadikan nama rumah sakit yang berada di Jalan Tambarejo itu.

"Kenapa dokter Soewandhie? Beliau menjadi ketua PMI pertama di Surabaya. Kemudian naik lagi menjadi Ketua PMI Jawa Timur," terang Zaki.

"Ya mungkin pertimbangannya itu, peran dan asli Suroboyo. Itu dulu RSUD awalnya puskesmas Tambakrejo kemudian dikembangkan menjadi rumah sakit. Dan untuk menghargai jasa-jasanya diabadikan nama dr Soewandhie," imbuhnya.

Dalam pertempuran 10 November 1945, terang Zaki, dr Soewandhie merawat para pejuang yang terluka di Rumah Sakit Simpang. Saat itu bersama Kepala rumah sakit dr Soetopo mengevakuasi sekitar 3 ribu pejuang yang terluka keluar Surabaya.




(abq/fat)

Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork