Mengingat Penumpasan PKI di Blitar Selatan Lewat Monumen Trisula

Mengingat Penumpasan PKI di Blitar Selatan Lewat Monumen Trisula

Erliana Riady - detikJatim
Jumat, 30 Sep 2022 20:19 WIB
Di Blitar ada Monumen Trisula. Monumen tersebut dibangun sebagai pengingat bahwa di tempat tersebut pernah terjadi Penumpasan PKI.
Monumen Trisula/Foto: Istimewa
Blitar -

Di Blitar ada Monumen Trisula. Monumen tersebut dibangun sebagai pengingat bahwa di tempat tersebut pernah terjadi Penumpasan PKI.

Monumen Trisula berada di Jalan Trisula, Bakung Utara, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Dulu, kawasan ini merupakan salah satu basis PKI yang menggalang kekuatan untuk bangkit kembali.

Monumen ini berdiri di atas tanah seluas 5.626 m2. Tampak megah dengan desain yang artistik.

Ada lima patung yang berdiri di Monumen Trisula. Patung-patung itu dikelilingi pilar tembok setinggi sekitar 5 meter.

Tiga di antaranya merupakan patung TNI yang membawa senjata. Ada satu patung TNI yang tengah menunjuk ke depan. Maknanya, menunjukkan bahwa di daerah ini pernah terjadi penumpasan sisa-sisa PKI.

Dua patung lainnya menggambarkan warga yang mendukung dan bergabung dengan TNI dalam Operasi Trisula selama 1,5 bulan itu.

Ada 45 anak tangga menuju monumen, yang memiliki makna tahun kemerdekaan Indonesia, yakni 1945. Kemudian ada 17 pilar yang memiliki makna tanggal 17. Lalu ada angka 8 yang memiliki makna Bulan Agustus.

Di Blitar ada Monumen Trisula. Monumen tersebut dibangun sebagai pengingat bahwa di tempat tersebut pernah terjadi Penumpasan PKI.Monumen Trisula/ Foto: Istimewa

Jumlah anak tangga di Monumen Trisula juga diartikan sebagai jumlah batalyon yang tergabung dalam Operasi Trisula, yang dipimpin oleh Kolonel Infantri Witarmin.

Di bagian bawah patung terukir nama-nama korban. Baik yang berasal dari tokoh dan anggota PKI, warga sekitar dan anggota TNI.

Monumen Trisula dibangun dan kemudian diresmikan pada 18 Desember 1972 oleh Deputy Kasad, Letjen TNI Mochamad Jasin. Sampai sekarang masih terawat dengan baik. Monumen Trisula dikelola pihak desa sebagai destinasi wisata sejarah.

Operasi Trisula digelar pada 1968. TNI menumpas sisa-sisa PKI di Malang Selatan, Blitar Selatan dan Tulungagung. Operasi di Blitar selatan menarik perhatian, karena memakan waktu lebih lama dan lebih besar dibandingkan dua daerah lainnya.

"Jalan apa pun yang ditempuh oleh gerombolan PKI tidak akan menolong dari kehancurannya," kata Kolonel Infantri Witarmin dalam buku Operasi Trisula Kodam VIII/Brawidjaja.



Simak Video "Lukas Tumiso, Eks Tapol Penyintas Pulau Buru"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/fat)