Sederet Patung Pahlawan dan Monumen Perjuangan di Surabaya

Sederet Patung Pahlawan dan Monumen Perjuangan di Surabaya

Rina Fuji Astuti - detikJatim
Sabtu, 03 Sep 2022 01:51 WIB
Kirab Merah Putih Sepanjang 2 ribu Meter di Tugu Pahlawan
Kirab Merah Putih di Tugu Pahlawan/Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya -

Surabaya disebut sebagai Kota Pahlawan setelah terjadi pertempuran 10 November 1945. Maka tak heran jika banyak patung pahlawan dan monumen perjuangan di Surabaya.

Berikut 6 patung pahlawan dan monumen perjuangan di Surabaya:

1. Tugu Pahlawan

Monumen setinggi 41,15 meter ini dibangun untuk mengenang peristiwa 10 November 1945. Tugu Pahlawan berada dekat dengan kantor Gubernur Jatim.

Di bawah tanah Tugu Pahlawan ada museum untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan. Di museum ini juga ada foto-foto pembangunan Tugu Pahlawan.

2. Patung Ir Soekarno dan Moh Hatta

Patung Bapak Proklamator ini tak jauh dari Tugu Pahlawan. Patung ini menunjukkan Soekarno-Hatta sedang membaca teks proklamasi.

3. Monumen Bambu Runcing

Monumen Bambu Runcing berada di Jalan Panglima Sudirman. Monumen ini juga sebagai simbol perjuangan di masa lalu.

Sebab waktu itu, Arek-arek Suroboyo melawan penjajah hanya dengan bambu runcing. Tidak menggunakan pistol dengan peluru mematikan.

4. Monumen Wira Surya Agung

Jika detikers lewat Jembatan Wonokromo pasti melihat monumen yang satu ini. Berikut kalimat-kalimat yang tertulis di Monumen Wira Surya Agung:

Para pejuang dijiwai dengan semangat persatuan dan kesatuan, mendesak terus pantang mundur di medan pertempuran dengan semboyan merdeka atau mati, menembus hujan peluru, Jembatan Wonokromo kami lintasi.

Kami gempur musuh hingga bertekuk lutut mengibarkan bendera putih. Inilah percikan peristiwa dalam Kota Surabaya pada awal revolusi. Salah satu perlawanan heroik Arek-arek Suroboyo yang berkobar-kobar.

5. Monumen Gubernur Suryo

Di kompleks Taman Apsari atau lebih tepatnya di depan Gedung Grahadi, ada patung gubernur pertama Jawa Timur. Patung Gubernur Suryo dibangun untuk mengenang jasa beliau pada saat itu. Di bawah patung ada tulisan sebagai berikut:

Berulang kali kami telah diberitahu bahwa lebih baik jatuh berkeping-keping daripada dijajah lagi. Dan sekarang dalam menghadapi ultimatum Inggris, kita akan berpegang teguh untuk menolak ultimatum.

Tulisan tersebut seperti ajakan untuk mempertahankan kemerdekaan, sesaat sebelum peristiwa 10 November 1945.

6. Monumen Panglima Besar Djendral Soedirman

Jenderal Sudirman dikenal dengan taktik perang Gerilya. Patungnya ada di Jalan Yos Sudarso.

Ada pesan yang tertulis di bawah patung Jenderal Sudirman. Mulai dari pesan semangat berjuang dan mempertahankan Tanah Air.



Simak Video "Lautan Bonek Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/sun)