Kabar Edukasi

Sejarah Lomba Makan Kerupuk Agustusan dan Makna di Baliknya

Tim detikEdu - detikJatim
Sabtu, 13 Agu 2022 08:03 WIB
3 Filosofi Lomba Makan Kerupuk dalam Peringatan 17 Agustusan
Lomba makan kerupuk saat Agustusan. (Foto: detikcom)
Surabaya -

Ada banyak macam lomba untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus. Di kampung-kampung hingga perkantoran, tidak jarang yang turut merayakan kemerdekaan dengan berbagai perlombaan. Salah satu yang kerap muncul adalah lomba makan kerupuk.

Sejumlah kerupuk sesuai dengan jumlah peserta digantung pada tali. Para peserta pun berlomba-lomba memakan kerupuk itu dengan berdiri tanpa boleh memegangnya dengan tangan. Kerupuk siapa yang lebih dulu habis, dialah yang menjadi pemenangnya.

Perlombaan it sangat seru. Tapi Tahukah Anda bahwa di balik serunya lomba makan kerupuk itu ada sejarah yang melatarbelakangi? Lomba itu bermula dari makanan kerupuk yang memang punya sejarah panjang di Indonesia.

Seperti dikutip detikEdu dari akun instagram Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) kerupuk adalah salah satu makanan pelengkap utama di Indonesia sejak 1930-an hingga 1940-an.

Waktu itu Indonesia mengalami krisis sehingga harga kebutuhan pangan melonjak. Akibatnya, banyak masyarakat menengah ke bawah yang tidak bisa membeli kebutuhan makan.

Buntut krisis itu kemudian membuat makanan kerupuk menjadi penyambung hidup masyarakat karena harganya yang terjangkau.

Awal Mula Lomba Makan Kerupuk

Pada 1950-an, sejumlah perlombaan mulai bermunculan dalam rangkaian acara memperingati HUT RI pada 17 Agutus. Makanan kerupuk kemudian menjadi salah satu yang diperlombakan.

Perlombaan makan kerupuk dahulu menjadi hiburan rakyat setelah masa perang. Selain itu, perlombaan ini juga menjadi pengingat akan masa-masa sulit ketika perang.

Sejarawan kuliner dan penulis buku 'Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia', Fadly Rahman mengatakan pada masa agresi militer di tahun 1945 hingga 1950-an, rakyat masih sibuk memperjuangkan kemerdekaan.

Masyarakat kala itu tidak sempat merayakan kemerdekaan dengan berbagai kemeriahan. Sehingga, berbagai perlombaan baru muncul pada 1950-an ketika kondisi politik dan keamanan negara mulai kondusif.

Makna Lomba Makan Kerupuk

Menurut catatan detikFood, dahulu Bung Karno mendukung berbagai kegiatan hiburan rakyat. Termasuk perlombaan untuk merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Lomba makan kerupuk kemudian dipilih karena kerupuk identik dengan makanan rakyat kecil terutama saat masa-masa peperangan. Kerupuk biasa dimakan oleh masyarakat dengan strata sosial bawah.

Daya bertahan hidup rakyat Indonesia saat itu menjadi makna yang terus diingat. Hal inilah yang mendasari mengapa ada lomba makan kerupuk. Tujuannya untuk mengingatkan masyarakat Indonesia bahwa di masa peperangan, kondisi rakyat sangat memprihatinkan.

Makna lain yang bisa diambil adalah pelaksanaan lomba makan kerupuk yang penuh tantangan. Peserta perlu berjuang agar bisa menghabiskan kerupuk yang digantung tanpa bantuan tangan.

Tantangan itu ibarat sebagai pengingat para pahlawan yang berusaha merebut Indonesia dari penjajahan. Yang mana pada masa itu para pahlawan mengalami banyak tantangan bahkan nyawa menjadi taruhan.



Simak Video "Kemeriahan Lomba Panjat Pohon Pisang untuk Anak di Karanganyar "
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)