Jalan Sasak Jadi Pusat Bisnis di Kawasan Ampel, Begini Ceritanya

Revica Jausafadlina - detikJatim
Selasa, 05 Apr 2022 14:09 WIB
Jalan Sasak, Ampel
Jalan Sasak, Ampel (Foto: Revica Jausafadlina/detikJatim)
Surabaya -

Saat berkunjung ke Wisata Religi Ampel Surabaya, sempatkanlah ke Jalan Sasak. Kawasan itu merupakan pusat bisnis pertama di Ampel yang masih bertahan hingga kini.

Anda dapat menemukan Jalan Sasak dari berbagai arah. Paling mudah, Anda disarankan untuk melintas melalui Jalan KH Mas Mansyur, sekitar 300 meter lalu belok kanan. Sampailah di Jalan Sasak di wilayah Kecamatan Semampir.

Sepanjang jalan 500 meter dengan lebar 3 meter ini, Anda dapat menemui puluhan toko berjajar. Baik di samping kanan maupun kiri. Hampir tidak ada jeda toko satu dengan toko yang lain.

Sekilas, pertokoan tersebut didominasi gerai yang menjual aneka kitab suci umat Islam, peralatan salat, hingga, baju muslim. Namun, ada juga toko yang menjual aneka parfum, bahkan oleh-oleh khas Ampel.

Bangunan toko-toko tersebut tampak sederhana. Rasanya tidak berubah sejak pertama kali dibangun.

"Jalan Sasak memang salah satu pusat bisnis di Ampel sedari dulu," kata Ketua Komunitas Arab di Surabaya, Abdullah Albatati saat ditemui detikJatim, Selasa (5/4/2022).

Ketua Komunitas Arab di SurabayaKetua Komunitas Arab di Surabaya, Abdullah Albatati Foto: Revica Jausafadlina

Menurut dia, ada sebuah faktor pemicu Jalan Sasak dipilih sebagai pusat bisnis. Salah satunya karena kedekatan area tersebu dengan pondok Pesantren Ampel Denta.

"Dulu kan Sunan Ampel datang sekitar abad 14, lalu mendirikan ponpes Ampel Denta, dekat Jalan Sasak," papar pria yang akrab disapa Dolah itu.

Semakin hari, santri Ampel Denta semakin banyak. Mereka pun membutuhkan akses untuk mencari berbagai keperluan pondok. Seperti kitab, peralatan solat, hingga baju.

"Muncullah jiwa bisnis warga Jalan Sasak untuk bisa memenuhi kebutuhan para santri, yakni dengan mendirikan toko-toko di sana," imbuh pria 72 tahun itu.

Tidak hanya menjual kitab, buku, dan peralatan salat, warga Jalan Sasak bahkan menyediakan jasa percetakan. Bahkan, itu termasuk tempat percetakan pertama di Surabaya.

"Iya, yang lain belum ada, di Jalan Sasak ada percetakan. Percetakan buku-buku terutama. Tidak hanya buku kitab umat Islam, tapi juga buku-buku perjuangan," jelas founder Yayasan Dakwah Bil Haal, Surabaya itu.

Menurut Dolah, bisnis yang ditekuni warga Jalan Sasak dulunya juga bersifat sociopreneurship. Yakni bisnis yang tidak hanya berorientasi pada laba semata, tapi juga untuk misi sosial.

"Karena hasil dari keuntungan jual buku atau usaha percetakan digunakan untuk mendukung perjuangan Indonesia pada saat masih dijajah. Itu terinspirasi dari Mesir dan Irak," pungkas ahli madya Akuntansi lulusan Akademi Administrasi Niaga Negeri (AANN) Surabaya (sekarang dilebur ke FEB dan Vokasi Unair) itu.

Hingga kini, hiruk pikuk pertokoan jalan Sasak masih terasa. Dolah berharap, kawasan itu tetap menjadi gudang ilmu bagi umat Islam.

"Sampai sekarang, Jalan Sasak masih memasok kebutuhan pesantren di seluruh Indonesia. Semoga tetap seperti itu," tandas Dolah.



Simak Video "Suasana Wisata Religi Sunan Ampel yang Kembali Diminati Pengunjung"
[Gambas:Video 20detik]
(hse/fat)