Melihat Lebih Dekat Masyarakat Samin di Bojonegoro

Ainur Rofiq - detikJatim
Sabtu, 22 Jan 2022 12:16 WIB
Ajaran Samin di Bojonegoro masih eksis hingga kini
Masyarakat Samin di Bojonegoro/Foto: Ainur Rofiq
Bojonegoro -

Ajaran Samin ternyata masih melekat dan menjadi teladan penganutnya di Dusun Jipang, Desa Margomulyo, Bojonegoro. Penasaran seperti apa?

Generasi keempat pendiri ajaran Samin, Bambang Sutrisno menuturkan, Samin mempunyai arti sami-sami atau sama-sama. Bambang yang merupakan putra sesepuh Kampung Samin, Mbah Harjo Kardi Surosentiko ini menyebut, guyub rukun dan gorong royong sangat diutamakan dalam ajaran ini.

"Ajaran Samin itu garis besarnya kita semua itu sama, ajaran Samin itu ajaran universal. Di semua agama apapun pasti ada dan di suku apapun pasti ada," kata Bambang pada detikJatim, Sabtu (22/1/2022).

Bambang menambahkan, dalam ajaran Samin di Bojonegoro, para pengikutnya diajarkan lima pitutur luhur. Pertama soal laku jujur, sabar, trokal, lan nrimo. Kedua, ojo dengki srei, dahwen kemiren, pekpinek barange liyan. Ketiga ojo mbedo mbedakno sapodo padaning urip, kabeh iku sedulure dewe. Keempat ojo waton omong, omong sing nganggo waton. Lalu terakhir biso roso rumongso.

Di Kampung Samin yang berada di Dusun Jipang, Desa Margomulyo ini masyarakatnya sudah berbaur menjadi satu. Namun dalam kehidupan sehari-hari, tradisi Samin paling terlihat saat kegiatan sedekah bumi dan pernikahan.

"Saat Nyadran yang biasa digelar setahun sekali dan jatuh pada hari Senin pon. Setiap habis panen itu ada acara ngaturi pada hari Minggunya. Ngaturi ini mengundang orang warga luar dusun Samin untuk datang ke rumah kami, semisal jenengan datang ke rumah saya, kita beri makan, pindah ke rumah warga tetangga juga diberi makan. Pokoknya makan-makan gantian itu," papar Bambang.

"Kalau tasyakurannya biasanya di rumahnya pak kasun. Kalau warga sini biasanya nyadran itu disebut Gemblang, artinya Geblake Sanak Kadang (hari meninggalnya saudara) biar tidak hilang," jelas Bambang.

Selain itu, warga Samin dalam prosesi pernikahan wajib ada pernikahan adat sebelum proses pencatatan akta nikah. Pernikahan adat ini hanya berjalan beberapa jam. Di mana, wali, saksi dan yang menikah tidak boleh diwakilkan. Acara ini dilaksanakan sebelum malam tiba.

"Jadi bapaknya manten ini ada bacaan menikah juga sesama orang tuanya dan manten juga ada sendiri sesuai adat Jawa. Dalam pernikahan memang tidak ada paksaan. Jadi tidak harus warga Samin menikah dengan warga Samin pula," tambahnya.

Kampung Samin di Bojonegoro sudah terdaftar di Pemerintah dan menjadi warisan budaya tidak benda. Dalam rangka melestarikan warisan budaya luhur, di kampung Samin kini sering diadakan berbagai festival. Ada pula pemilihan duta Samino Samini.

Selain itu, kegiatan karawitan atau gamelan yang merupakan seni budaya warisan leluhur juga sering digelar di sini.



Simak Video "Samin Tan Divonis Bebas, KPK Yakini Alat Bukti Kuat"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/sun)