Digitalisasi dinilai belum cukup untuk mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pelaku usaha diingatkan untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas pasar agar pemanfaatan teknologi berdampak langsung pada perkembangan bisnis.
Hal itu disampaikan Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) TDA 9.0 di Surabaya pada 13-15 Oktober 2026. Mereka menilai tantangan pengusaha saat ini bukan sekadar mengadopsi teknologi, melainkan memanfaatkannya untuk meningkatkan kinerja usaha.
Chief Marketing, Media & Technology TDA 9.0, Arif Wicaksono Pramunagoro mengatakan, transformasi digital harus menghasilkan manfaat nyata bagi bisnis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Go Digital bukan tujuan akhir. Teknologi harus menghasilkan produktivitas, membuka pasar dan menciptakan peluang. Pengusaha perlu bergerak dari Go Digital menuju Go Produktif dan Go Kompetitif," ujar Arif di salah satu hotel di Surabaya, Sabtu (17/10/2026).
Berdasarkan data Bank Indonesia yang dikutip TDA, hingga Juni 2026 terdapat 65,77 juta pengguna QRIS dan 44,86 juta merchant. Sebanyak 96,68% merchant merupakan UMKM. Nilai transaksi QRIS pada semester I 2026 mencapai sekitar Rp 1,12 kuadriliun.
Data tersebut menunjukkan luasnya pemanfaatan pembayaran digital oleh pelaku usaha. Namun, TDA menekankan penggunaan teknologi perlu dibarengi kemampuan mengelola bisnis agar tidak berhenti pada transaksi digital semata.
Chief Entrepreneur Development TDA 9.0 Dedy Syandera Putera turut menyebut pengusaha perlu memperkuat kapasitas untuk memanfaatkan peluang ekonomi.
"Peluang tidak otomatis menjadi pertumbuhan jika kapasitas pengusahanya tidak ikut berkembang," tuturnya.
Untuk mendorong hal itu, TDA memperkuat TDA Academy. Program ini mencakup pengembangan kemampuan manajemen, keuangan, pemasaran, kepemimpinan, pengelolaan sumber daya manusia (SDM), sistem bisnis, hingga pemanfaatan teknologi dan kesiapan memperbesar skala usaha.
TDA juga mengembangkan TDA One, platform konektivitas yang ditujukan untuk menghubungkan pengusaha dengan pengetahuan, kebutuhan bisnis, peluang pasar, dan potensi kolaborasi.
Sementara Presiden TDA 9.0, Ferdian Brilian, mengatakan pengembangan usaha tidak cukup hanya mengandalkan teknologi atau modal.
Pengusaha juga perlu memperkuat kapasitas dan membangun kemitraan untuk memperluas pasar.
"Pertumbuhan ekonomi harus semakin mampu melahirkan pengusaha yang ikut tumbuh. Tantangannya bukan hanya mendapatkan modal, tetapi juga memperkuat kapasitas, produktivitas, akses pasar, teknologi, konektivitas, serta kemitraan," bebernya.
Mukernas TDA 9.0 sendiri diikuti sekitar 500 pengurus dari 119 daerah di Indonesia. Forum ini menjadi ajang penguatan program pengembangan pengusaha dan kolaborasi bisnis.
