Daftar Harga Sembako Jatim Minggu 11 Oktober 2026, Daging Sapi Naik Lagi

Daftar Harga Sembako Jatim Minggu 11 Oktober 2026, Daging Sapi Naik Lagi

Mira Rachmalia - detikJatim
Minggu, 11 Okt 2026 10:00 WIB
Ilustrasi harga sembako Jawa Timur hari ini.
Ilustrasi harga sembako Jawa Timur hari ini. (Foto: ChatGPT)
Surabaya -

Harga sembako di Jawa Timur (Jatim) terus mengalami fluktuasi dari hari ke hari. Pada hari ini harga beras, minyak goreng kemasan, daging sapi paha belakang, telur ayam kampung, garam, cabai rawit merah dan bawang mengalami kenaikan.

Sementara daging ayam, cabai merah mengalami penurunan.

Memantau harga sembako setiap hari menjadi hal yang tak boleh diabaikan. Selain membantu masyarakat dalam mengatur belanja harian, informasi ini juga penting untuk menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga agar tidak membengkak di tengah situasi harga yang tidak menentu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Update Harga Sembako 11 Oktober 2026

Sembako adalah singkatan dari sembilan bahan pokok. Sembako merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Sembilan jenis kebutuhan pokok masyarakat tersebut terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam.

ADVERTISEMENT

Selain sembilan bahan pokok tersebut, harga kebutuhan dapur yang tidak kalah penting adalah cabai. Berikut daftar harga sembako terbaru di Jawa Timur Minggu 11 Oktober 2026, dirangkum dari sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur.

  • Beras Premium: Rp 15.241/kg
  • Beras Medium: Rp 13.018/kg
  • Gula kristal putih: Rp 17.271/kg
  • Minyak goreng curah: Rp 20.446/kg
  • Minyak goreng kemasan premium: Rp 22.155/liter
  • Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 19.359/liter
  • Minyak goreng Minyakita: Rp 15.947/liter
  • Daging sapi paha belakang: Rp 134.911/kg
  • Daging ayam ras: Rp 37.881/kg
  • Daging ayam kampung: Rp 67.911/kg
  • Telur ayam ras: Rp 24.240/kg
  • Telur ayam kampung: Rp 47.883/kg
  • Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.588 370 gr/kl
  • Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.766 370 gr/kl
  • Susu bubuk merek Bendera: Rp 41.318 400 gr/dos
  • Susu bubuk merek Indomilk: Rp 40.589 400 gr/dos
  • Garam bata: Rp 1.968
  • Garam halus: Rp 9.360/kg
  • Cabai merah keriting: Rp 50.397/kg
  • Cabai merah besar: Rp 39.994/kg
  • Cabai rawit merah: Rp 69.505/kg
  • Bawang merah: Rp 27.244/k
  • Bawang putih: Rp 29.630/kg
  • Gas elpiji: Rp 20.333

Berdasarkan Harga sembako di Jawa Timur hari ini Harga beras premium naik Rp 143 atau 0,95%, Harga beras medium naik Rp 3 atau 0,03%, minyak goreng kemasan premium naik Rp 142 atau 0,64%, minyak goreng kemasan sederhana naik Rp 565 atau 3,00%, minyak goreng MINYAKITA naik Rp 8 atau 0,05%, daging sapi paha belakang naik Rp 1.447 atau 1,08%, telur ayam kampung naik Rp 2.253 atau 4,94%, garam bata naik 128 Rp 6,93%, garam halus naik 28 Rp 0,30%, cabai rawit merah naik Rp 1.135 atau 1,66%, gas elpiji naik Rp 4,72 atau 2,37%.

Sementara hari ini daging ayam ras turun Rp 469 atau 1,22 persen, daging ayam kampung turun Rp 2.166 atau 3,09 persen, telur ayam ras turun Rp 98 atau 0,40 persen, cabai merah keriting turun Rp 54 atau 0,11%, cabai merah besar naik Rp 397 atau 0,98%.

Faktor Perubahan Harga Sembako

Perubahan harga sembako dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari biaya produksi, kebijakan pemerintah, kurs, hingga cuaca. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi naik dan turunnya harga sembako.

  • Jika permintaan meningkat, tapi penawarasn tetap atau berkurang, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika penawaran lebih banyak daripada permintaan, harga bisa turun.
  • Cuaca ekstrem, bencana alam, atau perubahan musim dapat mempengaruhi produksi pertanian. Kekurangan pasokan akibat cuaca buruk menyebabkan kenaikan harga.
  • Kebijakan impor, subsidi, pajak, atau regulasi lain yang dikeluarkan pemerintah dapat mempengaruhi harga sembako. Misalnya, pembatasan impor atau perubahan pajak.
  • Kenaikan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, atau upah pekerja dapat meningkatkan biaya produksi dan transportasi, yang mempengaruhi harga sembako.
  • Fluktuasi nilai tukar mata uang, terutama jika bahan pokok diimpor, dapat mempengaruhi harga. Depresiasi mata uang lokal akan membuat harga barang impor lebih mahal.
  • Inflasi tinggi cenderung menyebabkan kenaikan harga sembako karena meningkatnya biaya barang dan jasa.
  • Kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat memperburuk situasi.
  • Masalah rantai distribusi seperti kemacetan, pemogokan, atau masalah logistik lainnya bisa menyebabkan keterlambatan pengiriman, mengurangi pasokan, dan harga naik.

Berbagai faktor ini mempengaruhi harga sembako sering kali berubah-ubah, sehingga memerlukan pengawasan serta kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas pasar. Harga sembako juga bisa berbeda-beda di setiap pasar. Harga di atas merupakan harga rata-rata di Jawa Timur.



(ihc/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads