Harga Sembako Jawa Timur Hari Ini: Minyak Goreng dan Elpiji Naik

Harga Sembako Jawa Timur Hari Ini: Minyak Goreng dan Elpiji Naik

Mira Rachmalia - detikJatim
Rabu, 16 Sep 2026 10:20 WIB
Ilustrasi harga sembako Jawa Timur hari ini.
Ilustrasi harga sembako Jawa Timur hari ini. Foto: ChatGPT
Surabaya -

Harga sembako di Jawa Timur (Jatim) terus mengalami fluktuasi dari hari ke hari. Pada hari ini, minyak goreng, cabai keriting, cabai rawit dan gas elpiji mengalami kenaikan. Sementara daging ayam kampung, cabai besar mengalami penurunan.

Memantau harga sembako setiap hari menjadi hal yang tak boleh diabaikan. Selain membantu masyarakat dalam mengatur belanja harian, informasi ini juga penting untuk menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga agar tidak membengkak di tengah situasi harga yang tidak menentu.

Update Harga Sembako 16 September 2026

Sembako adalah singkatan dari sembilan bahan pokok. Sembako merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sembilan jenis kebutuhan pokok masyarakat tersebut terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam.

Selain sembilan bahan pokok tersebut, harga kebutuhan dapur yang tidak kalah penting adalah cabai. Berikut daftar harga sembako terbaru di Jawa Timur Rabu 16 September 2026, dirangkum dari sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur.

ADVERTISEMENT
  • Beras Premium: Rp 15.124/kg
  • Beras Medium: Rp 13.098/kg
  • Gula kristal putih: Rp 17.243/kg
  • Minyak goreng curah: Rp 20.873/kg
  • Minyak goreng kemasan premium: Rp 22.166/liter
  • Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 19.099/liter
  • Minyak goreng Minyakita: Rp 16.028/liter
  • Daging sapi paha belakang: Rp 131.631/kg
  • Daging ayam ras: Rp 38.817/kg
  • Daging ayam kampung: Rp 67.443/kg
  • Telur ayam ras: Rp 24.825/kg
  • Telur ayam kampung: Rp 45.728/kg
  • Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.424 370 gr/kl
  • Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.285 370 gr/kl
  • Susu bubuk merek Bendera: Rp 42.309 400 gr/dos
  • Susu bubuk merek Indomilk: Rp 41.240 400 gr/dos
  • Garam bata: Rp 1.671
  • Garam halus: Rp 9.470/kg
  • Cabai merah keriting: Rp 35.371/kg
  • Cabai merah besar: Rp 25.382/kg
  • Cabai rawit merah: Rp 62.476/kg
  • Bawang merah: Rp 26.026/kg
  • Bawang putih: Rp 28.800/kg
  • Gas elpiji: Rp 19.998

Berdasarkan Harga sembako di Jawa Timur hari ini, minyak goreng curah naik Rp 418 atau 2,05%, minyak goreng premium naik Rp 102 atau 0,46%, minyak goreng sederhana naik Rp 165 atau 0,88%, cabai rawit naik Rp 718 atau 1,16%, gas elpiji naik Rp 152 atau 0,77.

Sementara itu, daging ayam ras turun Rp 304 atau 0,78 persen, daging ayam kampung turun Rp 1.790 atau 2,59 persen, cabai besar turun Rp 521 atau 2,01 persen, bawang merah turun Rp 176 atau 0,67 persen, bawang putih turun Rp 393 atau 1,35 persen.

Faktor Perubahan Harga Sembako

Perubahan harga sembako dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari biaya produksi, kebijakan pemerintah, kurs, hingga cuaca. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi naik dan turunnya harga sembako.

Jika permintaan meningkat, tapi penawarasn tetap atau berkurang, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika penawaran lebih banyak daripada permintaan, harga bisa turun.
Cuaca ekstrem, bencana alam, atau perubahan musim dapat mempengaruhi produksi pertanian. Kekurangan pasokan akibat cuaca buruk menyebabkan kenaikan harga.
Kebijakan impor, subsidi, pajak, atau regulasi lain yang dikeluarkan pemerintah dapat mempengaruhi harga sembako. Misalnya, pembatasan impor atau perubahan pajak.
Kenaikan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, atau upah pekerja dapat meningkatkan biaya produksi dan transportasi, yang mempengaruhi harga sembako.
Fluktuasi nilai tukar mata uang, terutama jika bahan pokok diimpor, dapat mempengaruhi harga. Depresiasi mata uang lokal akan membuat harga barang impor lebih mahal.
Inflasi tinggi cenderung menyebabkan kenaikan harga sembako karena meningkatnya biaya barang dan jasa.
Kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat memperburuk situasi.
Masalah rantai distribusi seperti kemacetan, pemogokan, atau masalah logistik lainnya bisa menyebabkan keterlambatan pengiriman, mengurangi pasokan, dan harga naik.

Berbagai faktor ini mempengaruhi harga sembako sering kali berubah-ubah, sehingga memerlukan pengawasan serta kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas pasar. Harga sembako juga bisa berbeda-beda di setiap pasar. Harga di atas merupakan harga rata-rata di Jawa Timur.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads