Kemarau Panjang, Hasil Panen Petani Garam Sampang Naik 2X Lipat

Kemarau Panjang, Hasil Panen Petani Garam Sampang Naik 2X Lipat

Kamaluddin - detikJatim
Rabu, 16 Sep 2026 07:30 WIB
Petani garam di Polagan, Sampang
Petani garam di Polagan, Sampang. Madura (Foto: Kamaluddin/detikJatim)
Sampang -

Musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino menjadi berkah bagi para petani garam di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Cuaca terik yang mendukung membuat hasil produksi garam rakyat meningkat hingga dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Haris, petani garam asal Kelurahan Polagan, Sampang, mengungkapkan bahwa kualitas dan kuantitas panen musim ini jauh lebih maksimal. Meski produksi melimpah, ia memilih menahan sebagian hasil panennya sembari menunggu harga pasar stabil.

"Tahun ini produksi kami lebih bagus dan banyak. Namun, kami tidak terburu-buru menjual semua karena harga masih belum normal. Saat ini harga garam kualitas terbaik (K1) berkisar Rp 70 ribu hingga Rp 75 ribu per karung, atau paling tinggi Rp 80 ribu hingga Rp 90 ribu," ujar Haris, Rabu (16/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Garam hasil panen warga setempat biasanya ditampung oleh pembeli dari PT Sumatraco. Perwakilan PT Sumatraco, Mohammad Ishak, menyampaikan bahwa pihaknya berfokus memberikan pendampingan teknis kepada petambak agar kualitas garam yang dihasilkan tetap terjaga dan memiliki nilai jual tinggi.

ADVERTISEMENT

Ishak mengimbau para petani tidak tergesa-gesa memanen garam demi mengejar durasi produksi yang singkat.

"Panen garam yang ideal minimal dilakukan setelah 12 hari. Sayangnya, kebanyakan petani ingin hasil cepat sehingga memanen dalam kurun satu minggu, yang akhirnya menurunkan kualitas garam," jelas Ishak.

Secara terpisah, Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose, mengonfirmasi peningkatan target produksi garam nasional akibat cuaca mendukung tahun ini. PT Garam memproyeksikan tambahan produksi hingga 50.000 ton.

"Tahun lalu kami bisa menghasilkan 350.000 ton. Dengan kondisi El Nino saat ini, kami menargetkan produksi garam tradisional perusahaan dapat mendekati atau bahkan melebihi 400.000 ton," pungkas Abraham.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads