Getirnya Harga Garam bagi Para Petani di Sampang

Getirnya Harga Garam bagi Para Petani di Sampang

Kamaluddin - detikJatim
Selasa, 11 Agu 2026 16:15 WIB
Petani garam di Sampang.
Petani garam di Sampang. (Foto: Kamaluddin/detikJatim)
Sampang -

Para petani garam di sampang kembali dihadapkan dengan harga garam yang semakin anjlok. Makin rendahnya harga garam ini diakui oleh petani sudah menjadi rutinitas setiap kali produksi garam meningkat.

Salah satu petani garam dari Desa Ragung, Mohdi mengatakan bahwa harga garam saat ini kembali anjlok. Penurunan harga garam di petani mencapai Rp 10 ribu/sak. Anjloknya harga ini sudah terjadi sejak sepekan lalu.

"Kami saat ini benar-benar tidak bisa menikmati hasil panen garam. Minggu kemarin harganya masih Rp 50 ribu/sak, sekarang jadi Rp 40 ribu/sak," Kata Mohdi kepada detikJatim, Selasa (11/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mohdi menuturkan, penurunan harga garam yang membuatnya nelangsa itu seperti rutinitas tahunan dan terjadi saat produktifitas garam petani tinggi. Ia juga menyampaikan kekhawatiran ada pihak-pihak yang sengaja mempermainkan harga.

ADVERTISEMENT

"Dengan harga segitu (Rp 40 ribu/sak) habis di biaya produksi dan ongkos kuli. Apalagi tambaknya yang berada jauh dari jalan. Terus mau dinikmati apanya?" Tanyanya dengan nada yang getir.

Tohir, petani garam lainnya mengaku terpaksa harus menjual garam yang dia produksi di kala penurunan harga sedang terjadi karena desakan kebutuhan. Selain untuk membayar ongkos produksi dan pekerja, hasil garam itu untuk kebutuhan keluarga.

"Mau tidak mau ya harus dijual meskipun murah. Kalau nggak jual garam lalu anak istri tak makan nanti," katanya.

Tohir berharap agar harga garam bisa kembali normal. Ia mendesak pemerintah segera melakukan intervensi agar harga garam bisa stabil.

"Normalnya itu harga per saknya minimal Rp 80 ribu. Saya harap pemerintah bisa turun tangan agar harga stabil," tandasnya.



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads