Harga Sembako Jatim Hari Ini: Beras, Minyak Goreng, Elpiji Naik

Harga Sembako Jatim Hari Ini: Beras, Minyak Goreng, Elpiji Naik

Mira Rachmalia - detikJatim
Rabu, 12 Agu 2026 09:55 WIB
Ilustrasi harga sembako Jatim hari ini.
Ilustrasi harga sembako Jatim hari ini. Foto: ChatGPT
Surabaya -

Harga sembako di Jawa Timur (Jatim) terus mengalami fluktuasi dari hari ke hari. Pada hari ini, beras, gula, minyak goreng, daging ayam ras, garam halus, cabai keriting, cabai rawit, dan gas elpiji naik. Sementara daging sapi, daging ayam kampung, telur ayam ras, telur ayam kampung turun.

Memantau harga sembako setiap hari menjadi hal yang tak boleh diabaikan. Selain membantu masyarakat dalam mengatur belanja harian, informasi ini juga penting untuk menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga agar tidak membengkak di tengah situasi harga yang tidak menentu.

Update Harga Sembako 12 Agustus 2026

Sembako adalah singkatan dari sembilan bahan pokok. Sembako merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sembilan jenis kebutuhan pokok masyarakat tersebut terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam.

Selain sembilan bahan pokok tersebut, harga kebutuhan dapur yang tidak kalah penting adalah cabai. Berikut daftar harga sembako terbaru di Jawa Timur, Rabu, 12 Agustus 2026, dirangkum dari sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur.

ADVERTISEMENT
  • Beras Premium: Rp 15.074/kg
  • Beras Medium: Rp 13.053/kg
  • Gula kristal putih: Rp 17.135/kg
  • Minyak goreng curah: Rp 20.288/kg
  • Minyak goreng kemasan premium: Rp 22.097/liter
  • Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 18.903/liter
  • Minyak goreng Minyakita: Rp 16.333/liter
  • Daging sapi paha belakang: Rp 127.589/kg
  • Daging ayam ras: Rp 36.227/kg
  • Daging ayam kampung: Rp 69.845/kg
  • Telur ayam ras: Rp 23.706/kg
  • Telur ayam kampung: Rp 43.852/kg
  • Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.363 370 gr/kl
  • Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.249 370 gr/kl
  • Susu bubuk merek Bendera: Rp 41.771 400 gr/dos
  • Susu bubuk merek Indomilk: Rp 40.686 400 gr/dos
  • Garam bata: Rp 1.749
  • Garam halus: Rp 9.468/kg
  • Cabai merah keriting: Rp 35.337/kg
  • Cabai merah besar: Rp 35.203/kg
  • Cabai rawit merah: Rp 46.301/kg
  • Bawang merah: Rp 28.191/kg
  • Bawang putih: Rp 29.818/kg
  • Gas elpiji: Rp 19.987

Berdasarkan harga sembako di Jawa Timur hari ini, beras premium naik Rp 38 atau 0,25 persen, beras medium naik Rp 51 atau 0,40 persen, minyak goreng curah naik Rp 35 atau 0,17 persen, minyak goreng kemasan premium naik Rp 296 atau 01,36 persen, minyak goreng kemasan sederhana naik Rp 167 atau 0,89 persen,

Selain itu, Minyakita naik Rp 190 atau 1,18 persen, daging ayam ras naik Rp 212 atau 0,59 persen, garam halus naik Rp 124 atau 1,33 persen, cabai merah keriting naik Rp 15 atau 0,04%, cabai rawit merah naik Rp 728 atau 1,60%, gas elpiji naik Rp 139 atau 0,70%.

Sementara daging sapi paha belakang turun Rp 972 atau 0,76 persen, daging ayam kampung turun Rp 294 atau 0,42 persen, telur ayam kampung turun Rp 1.982 atau 4,32 persen, cabai merah besar turun Rp 269 atau 0,76%.

Faktor Perubahan Harga Sembako

Perubahan harga sembako dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari biaya produksi, kebijakan pemerintah, kurs, hingga cuaca. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi naik dan turunnya harga sembako.

  • Jika permintaan meningkat, tapi penawarasn tetap atau berkurang, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika penawaran lebih banyak daripada permintaan, harga bisa turun.
  • Cuaca ekstrem, bencana alam, atau perubahan musim dapat mempengaruhi produksi pertanian. Kekurangan pasokan akibat cuaca buruk menyebabkan kenaikan harga.
  • Kebijakan impor, subsidi, pajak, atau regulasi lain yang dikeluarkan pemerintah dapat mempengaruhi harga sembako. Misalnya, pembatasan impor atau perubahan pajak.
  • Kenaikan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, atau upah pekerja dapat meningkatkan biaya produksi dan transportasi, yang mempengaruhi harga sembako.
  • Fluktuasi nilai tukar mata uang, terutama jika bahan pokok diimpor, dapat mempengaruhi harga. Depresiasi mata uang lokal akan membuat harga barang impor lebih mahal.
  • Inflasi tinggi cenderung menyebabkan kenaikan harga sembako karena meningkatnya biaya barang dan jasa.
  • Kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat memperburuk situasi.
  • Masalah rantai distribusi seperti kemacetan, pemogokan, atau masalah logistik lainnya bisa menyebabkan keterlambatan pengiriman, mengurangi pasokan, dan harga naik.

Berbagai faktor ini mempengaruhi harga sembako sering kali berubah-ubah, sehingga memerlukan pengawasan serta kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas pasar. Harga sembako juga bisa berbeda-beda di setiap pasar. Harga di atas merupakan harga rata-rata di Jawa Timur.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads