Ciri-ciri Penerima Bansos Dilihat dari Status Desil

Ciri-ciri Penerima Bansos Dilihat dari Status Desil

Irma Budiarti - detikJatim
Selasa, 11 Agu 2026 21:00 WIB
Ilustrasi status desil untuk penerima bansos Kemensos.
Ilustrasi status desil untuk penerima bansos Kemensos. Foto: ChatGPT
Surabaya -

Status desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi salah satu acuan pemerintah dalam menentukan sasaran berbagai program bantuan sosial. Masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 desil berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi, mulai dari desil 1 hingga desil 10.

Semakin rendah angka desil, semakin rendah pula tingkat kesejahteraan rumah tangga tersebut. Lantas, seperti apa ciri-ciri masyarakat yang masuk desil 1, 2, 3, 4, dan 5? Apakah semua masyarakat yang berada di desil tersebut berhak menerima bansos?

Apa Itu Desil dalam DTSEN?

Desil adalah sistem pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi yang dibagi menjadi 10 kelompok, mulai dari desil 1 hingga desil 10.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengacu pada Buku Saku 0%: Manfaat dan Penerima Program Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026 yang diterbitkan Tim Kantor Staf Presiden, desil digunakan untuk menentukan prioritas penerima berbagai program dukungan kesejahteraan pemerintah.

Semakin kecil angka desil, semakin rendah tingkat kesejahteraan rumah tangga. Karena itu, masyarakat yang berada pada kelompok desil bawah memiliki peluang lebih besar untuk menjadi sasaran bantuan sosial.

ADVERTISEMENT

Desil digunakan sebagai gambaran tingkat kesejahteraan rumah tangga berdasarkan data sosial ekonomi yang dihimpun pemerintah.

Ciri-ciri Penerima Bansos Berdasarkan Desil

Masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 desil. Kelompok desil 1 hingga desil 5 menjadi bagian penting dalam penentuan sasaran berbagai program perlindungan sosial. Berikut gambaran kondisi masyarakat berdasarkan desilnya.

Desil 1: Kelompok Sangat Miskin

Desil 1 merupakan kelompok 10 persen masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rendah.

Rumah tangga dalam kelompok ini memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Karena itu, desil 1 menjadi kelompok yang mendapat prioritas utama dalam berbagai program bantuan sosial.

Desil 2: Kelompok Miskin

Desil 2 mencakup sekitar 10 persen masyarakat yang berada pada lapisan 10-20 persen terbawah dalam pengelompokan kesejahteraan.

Kelompok ini masih memiliki kondisi ekonomi yang rendah dan rentan terhadap perubahan harga kebutuhan pokok.

Rumah tangga pada desil 2 juga umumnya belum memiliki cadangan ekonomi yang cukup kuat untuk menghadapi tekanan keuangan.

Desil 3: Kelompok Hampir Miskin

Desil 3 merupakan kelompok masyarakat yang berada di atas kelompok miskin, tetapi masih memiliki kerentanan ekonomi.

Rumah tangga dalam kelompok ini belum tergolong miskin ekstrem. Namun, kondisi ekonominya dapat memburuk pada kondisi-kondisi tertentu.

Terutama, ketika menghadapi guncangan seperti kehilangan pekerjaan, kenaikan harga kebutuhan pokok, atau pengeluaran mendadak dalam jumlah besar.

Masyarakat pada desil 3 masih termasuk kelompok yang dipertimbangkan dalam penyaluran sejumlah program bantuan sosial (bansos).

Desil 4: Kelompok Rentan Miskin

Desil 4 memiliki kondisi ekonomi yang relatif lebih baik dibandingkan desil 1 hingga desil 3. Meski demikian, kelompok ini masih rentan menghadapi tekanan ekonomi.

Pengeluaran besar akibat sakit, bencana, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan mendesak lainnya dapat mempengaruhi kemampuan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Desil 4 masih dapat menjadi sasaran program bansos sesuai ketentuan masing-masing program.

Desil 5: Kelompok Pas-pasan

Desil 5 berada di batas antara kelompok rentan dan masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah.

Rumah tangga dalam kelompok ini umumnya sudah memiliki penghasilan atau sumber ekonomi yang lebih stabil.

Namun, ketahanan ekonominya belum terlalu kuat sehingga masih dapat terdampak ketika terjadi tekanan ekonomi.

Desil 5 juga dapat menjadi sasaran sejumlah program perlindungan sosial, tergantung pada ketentuan dan sasaran masing-masing program.

Desil 6-10: Kelompok Menengah hingga Atas

Desil 6 hingga desil 10 merupakan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan yang relatif lebih baik.

Semakin tinggi angka desil, semakin tinggi pula posisi kesejahteraan rumah tangga dibandingkan kelompok desil sebelumnya.

Kelompok desil 6 hingga desil 10 umumnya tidak menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan sosial.

Desil Berapa yang Bisa Mendapat Bansos?

Desil menjadi salah satu dasar untuk menentukan sasaran bantuan sosial. Namun, masyarakat yang masuk desil tertentu tidak otomatis mendapatkan bansos dari program Kemensos.

Pemerintah tetap mempertimbangkan ketentuan masing-masing program, kuota penerima, hasil verifikasi, serta kondisi data sosial ekonomi terbaru. Pada 2026, beberapa program memiliki sasaran desil sebagai berikut.

1. Program Keluarga Harapan (PKH)

PKH diprioritaskan untuk keluarga yang berada pada desil 1 hingga desil 4. Meski demikian, tidak semua keluarga dalam kelompok tersebut otomatis menjadi penerima karena tetap ada penentuan sasaran dan kuota program.

2. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Sembako

Program sembako menyasar masyarakat pada desil 1 hingga desil 5. Kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah tetap menjadi prioritas dalam penentuan penerima.

3. Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN)

PBI JKN diprioritaskan bagi masyarakat yang berada pada desil 1 hingga desil 5 sesuai dengan ketentuan dan pemutakhiran data yang berlaku.

Jadi, semakin rendah angka desil, semakin tinggi prioritas kelompok tersebut dalam berbagai program perlindungan sosial.

Namun, status desil tetap perlu dilihat bersama dengan kriteria program bantuan yang bersangkutan.

Cara Mengetahui Masuk Desil Berapa

Dengan mengetahui status desil, masyarakat dapat memperoleh gambaran mengenai posisi tingkat kesejahteraannya dalam DTSEN sekaligus memahami peluang menjadi sasaran berbagai program bantuan sosial.

Masyarakat dapat mengecek status desil sekaligus melihat apakah namanya tercatat sebagai penerima bantuan sosial melalui layanan resmi Kementerian Sosial. Pengecekan dapat dilakukan melalui situs Cek Bansos maupun aplikasi Cek Bansos yang dapat diakses melalui ponsel.

1. Cara Cek Desil Lewat Situs Cek Bansos Kemensos

  • Buka situs cekbansos.kemensos.go.id.
  • Masukkan data wilayah mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa atau kelurahan.
  • Masukkan nama lengkap sesuai KTP dan kode verifikasi yang muncul di layar.
  • Klik tombol "Cari Data".
  • Jika terdaftar, sistem akan menampilkan informasi penerima manfaat beserta status desil yang tercatat dalam basis data pemerintah.

2. Cara Cek Desil Lewat Aplikasi Cek Bansos

  • Login ke aplikasi Cek Bansos.
  • Pilih menu "Cek Bansos".
  • Masukkan data wilayah dan nama lengkap.
  • Sistem akan menampilkan informasi mengenai status penerima bantuan serta posisi desilnya.

Apabila informasi desil yang muncul dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi terkini, masyarakat dapat mengajukan usulan maupun sanggahan melalui aplikasi Cek Bansos atau pemerintah daerah. Data tersebut kemudian dapat diverifikasi kembali dalam proses pemutakhiran berikutnya.

Perlu diingat, status desil dapat mengalami perubahan seiring dengan pemutakhiran data sosial ekonomi. Karena itu, hasil pengecekan pada suatu waktu belum tentu selalu sama apabila terdapat perubahan kondisi ekonomi atau pembaruan data oleh pemerintah.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads