- Berapa Dana yang Harus Disiapkan Setiap Bulan? Penghasilan Rp 5 Juta Per Bulan Penghasilan Rp 7 Juta Per Bulan Penghasilan Rp 10 Juta Per Bulan Penghasilan Rp 15 Juta Per Bulan Penghasilan Rp 20 Juta Per Bulan
- Cara Menghitung Kebutuhan Dana Pensiun
- Jangan Lupakan Pengaruh Inflasi
- Tips Mempersiapkan Dana Pensiun 1. Semakin Dini, Semakin Ringan 2. Bagaimana Jika Penghasilan Masih Terbatas? 3. Lunasi Utang Sebelum Memasuki Masa Pensiun 4. Siapkan Dana Pensiun di Instrumen yang Sesuai
- Jadi, Berapa yang Harus Disiapkan?
Menyiapkan dana pensiun sebaiknya dilakukan sejak masih berada di usia produktif. Dengan persiapan yang dilakukan lebih awal, kebutuhan finansial di masa tua dapat direncanakan dengan lebih matang sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada anak atau anggota keluarga.
Dana pensiun nantinya dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari biaya hidup sehari-hari, tempat tinggal, kesehatan, hingga kebutuhan lain setelah tidak lagi bekerja. Lantas, berapa dana yang harus disiapkan setiap bulan untuk pensiun?
Tidak ada satu nominal yang berlaku untuk semua orang. Besarnya dana yang perlu disisihkan bergantung pada penghasilan, usia saat mulai menabung, target usia pensiun, perkiraan kebutuhan hidup setelah pensiun, serta cara dana tersebut dikembangkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berapa Dana yang Harus Disiapkan Setiap Bulan?
Salah satu patokan yang dapat digunakan adalah menyisihkan sekitar 20-30 persen dari pendapatan bulanan untuk tabungan atau investasi jangka panjang, termasuk persiapan dana pensiun.
Sebagai gambaran, seseorang dengan penghasilan Rp 5 juta per bulan dapat mengalokasikan sekitar Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta untuk tujuan finansial jangka panjang.
Sementara itu, jika penghasilan mencapai Rp 10 juta per bulan, alokasi 20-30 persennya berada di kisaran Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per bulan. Berikut contoh alokasi berdasarkan penghasilan bulanan.
Penghasilan Rp 5 Juta Per Bulan
- Alokasi 20 persen sekitar Rp 1 juta
- Alokasi 25 persen sekitar Rp 1,25 juta
- Alokasi 30 persen sekitar Rp 1,5 juta
Penghasilan Rp 7 Juta Per Bulan
- Alokasi 20 persen sekitar Rp 1,4 juta
- Alokasi 25 persen sekitar Rp 1,75 juta
- Alokasi 30 persen sekitar Rp 2,1 juta
Penghasilan Rp 10 Juta Per Bulan
- Alokasi 20 persen sekitar Rp 2 juta
- Alokasi 25 persen sekitar Rp 2,5 juta
- Alokasi 30 persen sekitar Rp 3 juta
Penghasilan Rp 15 Juta Per Bulan
- Alokasi 20 persen sekitar Rp 3 juta
- Alokasi 25 persen sekitar Rp 3,75 juta
- Alokasi 30 persen sekitar Rp 4,5 juta
Penghasilan Rp 20 Juta Per Bulan
- Alokasi 20 persen sekitar Rp 4 juta
- Alokasi 25 persen sekitar Rp 5 juta
- Alokasi 30 persen sekitar Rp 6 juta
Angka tersebut merupakan contoh perhitungan berdasarkan persentase pendapatan, bukan jumlah wajib yang harus disisihkan setiap orang. Besarnya alokasi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan hidup, utang, dana darurat, dan kondisi keuangan masing-masing.
Cara Menghitung Kebutuhan Dana Pensiun
Sebelum menentukan nominal yang harus disisihkan setiap bulan, langkah pertama adalah menghitung perkiraan kebutuhan ketika memasuki masa pensiun. Salah satu cara sederhana, memperkirakan pengeluaran bulanan yang dibutuhkan setelah pensiun, kemudian mengalikannya 12 bulan dan jumlah tahun masa pensiun.
Sebagai contoh, seseorang memperkirakan membutuhkan Rp 15 juta per bulan ketika pensiun. Jika masa pensiun diperkirakan berlangsung selama 20 tahun, kebutuhan per tahunnya adalah Rp 15 juta dikali 12 bulan atau Rp 180 juta.
Jika kebutuhan tersebut dikalikan 20 tahun, dana yang diperlukan mencapai Rp 3,6 miliar. Perhitungan tersebut merupakan simulasi sederhana dan belum memperhitungkan inflasi maupun hasil pengembangan dana. Dalam perencanaan yang lebih matang, kedua faktor tersebut perlu diperhitungkan.
Jangan Lupakan Pengaruh Inflasi
Inflasi menjadi salah satu faktor penting dalam menghitung kebutuhan dana pensiun. Sebab, harga barang dan jasa dapat meningkat sehingga nilai uang pada masa mendatang tidak sama dengan nilai uang saat ini.
Melansir laman resmi Pegadaian, misalnya, pengeluaran Rp 180 juta per tahun dengan asumsi inflasi 7 persen dan masa menuju pensiun 20 tahun. Dengan perhitungan tersebut, pengeluaran tahunan saat memasuki masa pensiun diproyeksikan menjadi sekitar Rp 696,5 juta.
Artinya, kebutuhan dana pensiun tidak cukup dihitung berdasarkan biaya hidup saat ini. Semakin panjang waktu menuju masa pensiun, semakin penting memperhitungkan pengaruh inflasi.
Tips Mempersiapkan Dana Pensiun
Menyiapkan dana pensiun tidak harus dilakukan sekaligus dalam jumlah besar. Hal terpenting adalah memulainya sedini mungkin dan dilakukan secara konsisten.
Dengan perencanaan yang tepat, kebutuhan di masa pensiun dapat dipersiapkan tanpa terlalu membebani kondisi keuangan saat ini.
Lantas, bagaimana cara mulai mempersiapkan dana pensiun? Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan sejak sekarang untuk mempersiapkan dana pensiun.
1. Semakin Dini, Semakin Ringan
Usia saat mulai menyiapkan dana pensiun turut menentukan strategi dan besarnya dana yang perlu dikumpulkan. Seseorang yang mulai menabung ketika berusia 25 tahun memiliki waktu lebih panjang untuk mempersiapkan dana pensiun dibandingkan orang yang baru memulainya pada usia 40 tahun.
Waktu yang lebih panjang juga memberikan kesempatan bagi dana untuk berkembang melalui instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko.
Karena itu, tidak perlu menunggu penghasilan menjadi besar untuk mulai menyiapkan dana pensiun. Nominal yang relatif kecil tetapi dilakukan secara rutin dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan finansial jangka panjang.
2. Bagaimana Jika Penghasilan Masih Terbatas?
Bagi yang belum mampu menyisihkan 20-30 persen penghasilan, persiapan dana pensiun tetap dapat dimulai dari nominal yang lebih kecil. Hal terpenting adalah menentukan jumlah yang realistis dan menjadikannya sebagai alokasi rutin.
Ketika penghasilan meningkat, nominal yang dialokasikan untuk dana pensiun juga dapat dinaikkan secara bertahap. Selain mengatur pengeluaran, mencari sumber penghasilan tambahan dapat menjadi pilihan.
Pendapatan dari pekerjaan freelance, usaha sampingan, atau aktivitas lain dapat dialokasikan khusus untuk tabungan dan investasi pensiun tanpa mengganggu kebutuhan utama.
3. Lunasi Utang Sebelum Memasuki Masa Pensiun
Persiapan pensiun tidak hanya berkaitan dengan mengumpulkan aset, tetapi juga mengurangi beban keuangan. Utang dan tanggungan yang masih berjalan ketika memasuki masa pensiun dapat mengurangi kemampuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, pelunasan utang menjadi salah satu bagian penting dalam perencanaan keuangan jangka panjang. Dengan beban utang yang lebih terkendali, dana yang tersedia ketika pensiun dapat lebih banyak digunakan untuk kebutuhan hidup dan kesehatan.
4. Siapkan Dana Pensiun di Instrumen yang Sesuai
Dana pensiun dapat ditempatkan pada berbagai instrumen keuangan. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan tujuan investasi, jangka waktu, dan profil risiko masing-masing.
Beberapa instrumen yang dapat dipertimbangkan antara lain deposito, reksa dana, obligasi, saham, emas, hingga properti. Masing-masing memiliki karakteristik, potensi imbal hasil, risiko, dan tingkat likuiditas yang berbeda.
Untuk tujuan jangka panjang, potensi pertumbuhan dana juga perlu diperhatikan agar nilai dana pensiun dapat menghadapi pengaruh inflasi. Semakin dekat dengan masa pensiun, strategi pengelolaan dana juga perlu dievaluasi kembali agar tingkat risiko sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.
Jadi, Berapa yang Harus Disiapkan?
Pada dasarnya, tidak ada nominal tunggal yang ideal untuk semua orang. Sebagai patokan awal, sekitar 20-30 persen dari pendapatan bulanan dapat dialokasikan untuk tujuan finansial jangka panjang, termasuk dana pensiun.
Namun, angka tersebut bukan satu-satunya dasar. Perhitungan dana pensiun perlu mempertimbangkan usia saat mulai menabung, target usia pensiun, kebutuhan bulanan setelah pensiun, lama masa pensiun, inflasi, serta potensi hasil pengembangan dana.
Dengan menghitung kebutuhan sejak dini dan menyisihkan dana secara konsisten setiap bulan, target dana pensiun akan lebih mudah dipantau dan dievaluasi. Semakin awal dimulai, semakin panjang waktu yang tersedia untuk mempersiapkan masa tua secara finansial.
