Daftar Harga Sembako Jawa Timur 7 Agustus 2026, Apa yang Naik?

Daftar Harga Sembako Jawa Timur 7 Agustus 2026, Apa yang Naik?

Mira Rachmalia - detikJatim
Jumat, 07 Agu 2026 10:39 WIB
Simak harga sembako Jatim hari ini
Simak harga sembako Jatim hari ini (Foto: Eka Fitria Lusiana/detikJatim)
Surabaya -

Harga sembako di Jawa Timur (Jatim) terus mengalami fluktuasi dari hari ke hari. Pada hari ini harga seluruh jenis beras, gula, minyak goreng curah dan kemasan sederhana, harga telur ayam kampung, harga seluruh jenis cabai mengalami kenaikan harga.

Sementara Harga seluruh jenis daging dan bawang merah mengalami penurunan.

Memantau harga sembako setiap hari menjadi hal yang tak boleh diabaikan. Selain membantu masyarakat dalam mengatur belanja harian, informasi ini juga penting untuk menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga agar tidak membengkak di tengah situasi harga yang tidak menentu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Update Harga Sembako 7 Agustus 2026

Sembako adalah singkatan dari sembilan bahan pokok. Sembako merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Sembilan jenis kebutuhan pokok masyarakat tersebut terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam.

ADVERTISEMENT

Selain sembilan bahan pokok tersebut, harga kebutuhan dapur yang tidak kalah penting adalah cabai. Berikut daftar harga sembako terbaru di Jawa Timur, Jumat 7 Agustus 2026, dirangkum dari sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur.

Beras Premium: Rp 15.077/kg
Beras Medium: Rp 13.029/kg
Gula kristal putih: Rp 17.221/kg
Minyak goreng curah: Rp 20.497/kg
Minyak goreng kemasan premium: Rp 21.772/liter
Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 18.993/liter
Minyak goreng Minyakita: Rp 16.044/liter
Daging sapi paha belakang: Rp 127.858/kg
Daging ayam ras: Rp 35.300/kg
Daging ayam kampung: Rp 64.430/kg
Telur ayam ras: Rp 23.834/kg
Telur ayam kampung: Rp 46.879/kg
Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.463 370 gr/kl
Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.567 370 gr/kl
Susu bubuk merek Bendera: Rp 41.528 400 gr/dos
Susu bubuk merek Indomilk: Rp 40.920 400 gr/dos
Garam bata: Rp 2.041
Garam halus: Rp 9.387/kg
Cabai merah keriting: Rp 34.028/kg
Cabai merah besar: Rp 33.565/kg
Cabai rawit merah: Rp 46.001/kg
Bawang merah: Rp 28.709/kg
Bawang putih: Rp 29.942/kg
Gas elpiji: Rp 20.023

Berdasarkan harga sembako di Jawa Timur hari ini Harga beras premium naik Rp 47 atau 0,32 persen, Harga beras medium naik Rp 28 atau 0,21 persen, gula kristal putih naik Rp 62 atau 0,36 persen, minyak goreng curah naik Rp 170 atau 0,84 persen, minyak goreng kemasan sederhana naik Rp 298 atau 1,60 persen, daging ayam kampung naik Rp 1.684 atau 2,40 persen, telur ayam kampung naik Rp 1.008 atau 2,20 persen, cabai merah keriting naik Rp 54 atau 0,16%, cabai rawit merah naik Rp 240 atau 0,53%.

Sementara Harga daging ayam kampung turun Rp 1.834 atau 2,61%, bawang merah turun Rp 371 atau 1,28%.

Faktor Perubahan Harga Sembako

Perubahan harga sembako dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari biaya produksi, kebijakan pemerintah, kurs, hingga cuaca. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi naik dan turunnya harga sembako.

  • Jika permintaan meningkat, tapi penawaran tetap atau berkurang, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika penawaran lebih banyak daripada permintaan, harga bisa turun.
  • Cuaca ekstrem, bencana alam, atau perubahan musim dapat mempengaruhi produksi pertanian. Kekurangan pasokan akibat cuaca buruk menyebabkan kenaikan harga.
  • Kebijakan impor, subsidi, pajak, atau regulasi lain yang dikeluarkan pemerintah dapat mempengaruhi harga sembako. Misalnya, pembatasan impor atau perubahan pajak.
  • Kenaikan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, atau upah pekerja dapat meningkatkan biaya produksi dan transportasi, yang mempengaruhi harga sembako.
  • Fluktuasi nilai tukar mata uang, terutama jika bahan pokok diimpor, dapat mempengaruhi harga. Depresiasi mata uang lokal akan membuat harga barang impor lebih mahal.
  • Inflasi tinggi cenderung menyebabkan kenaikan harga sembako karena meningkatnya biaya barang dan jasa.
  • Kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat memperburuk situasi.
  • Masalah rantai distribusi seperti kemacetan, pemogokan, atau masalah logistik lainnya bisa menyebabkan keterlambatan pengiriman, mengurangi pasokan, dan harga naik.

Berbagai faktor ini mempengaruhi harga sembako sering kali berubah-ubah, sehingga memerlukan pengawasan serta kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas pasar. Harga sembako juga bisa berbeda-beda di setiap pasar. Harga di atas merupakan harga rata-rata di Jawa Timur.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads