Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Pasuruan masih terbilang tinggi selama sepekan terakhir. Beras, telur ayam ras, daging ayam, hingga daging sapi belum menunjukkan tanda-tanda penurunan harga.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan mengungkap penyebabnya. Harga yang bertahan tinggi dipicu meningkatnya harga dari sisi hulu, mulai dari gabah, distributor, hingga ternak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan di Pasar Kebonagung, Kota Pasuruan, Rabu (22/7/2026) harga daging ayam ras masih bertahan di Rp 35 ribu per kilogram, harga normal sebelum naik sekitar Rp 31 ribu. Harga telur ayam ras juga masih berada di kisaran Rp 24 ribu per kilogram dari harga normal Rp 21 ribu.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Pasuruan, Mulyono, mengatakan kenaikan harga terjadi di empat pasar tradisional di Kota Pasuruan dan telah berlangsung sekitar sepekan. Menurut Mulyono, setiap komoditas memiliki faktor pemicu yang berbeda.
Harga beras naik karena harga gabah di tingkat petani meningkat sehingga harga perolehan beras ikut terdongkrak. Sementara harga telur dipengaruhi kenaikan harga dari distributor yang diperparah biaya distribusi dan transportasi.
"Kalau daging sapi, memang harga sapinya yang naik. Sedangkan telur berasal dari kenaikan harga distributor. Beras juga dipengaruhi harga gabah yang sedang tinggi," kata Mulyono.
Untuk komoditas hortikultura, kondisi mulai berangsur normal. "Sementara untuk sayur mayur dan sejenisnya sekarang relatif stabil di harga normal. Minggu sebelumnya memang sempat naik, tetapi sekarang sudah turun kembali," pungkasnya.
Disperindag memastikan pemantauan harga akan terus dilakukan di empat pasar tradisional guna mengantisipasi gejolak pasokan dan distribusi yang berpotensi kembali mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok.
