Libur Sekolah Dongkrak Reservasi Hotel di Kota Batu hingga 70%

Libur Sekolah Dongkrak Reservasi Hotel di Kota Batu hingga 70%

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Jumat, 03 Jul 2026 22:40 WIB
Ilustrasi kamar hotel
Ilustrasi kamar hotel (Foto: Getty Images/Suchada Tansirimas)
Batu -

Libur sekolah sejak 22 Juni-12 Juli 2026 menjadi momen yang dinanti-nanti para pengolah wisata maupun jasa akomodasi di Kota Batu. Terutama para pengelola hotel di kota wisata tersebut.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi mengatakan bahwa selama dua minggu terakhir, tingkat okupansi hotel di Kota Batu terbilang masih lesu. Di mana rata-rata okupansi hotel masih berada di bawah 70%.

"Kisaran 50-60% untuk rata-rata okupansi hotel selama dua minggu terakhir (momen libur sekolah)," kata Sujud saat dihubungi detikJatim, Jumat (3/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati demikian, tingkat okupansi hotel saat ini terpantau mulai merangkak naik. Tercatat, pada Jumat (3/7/2026) sore, reservasi hotel di kota apel ini sudah menyentuh angka 70%.

"Hari Jumat ini terpantau mulai ada peningkatan. Di mana reservasi hotel di Kota Batu sudah mencapai lebih dari 70%," terang Sujud.

ADVERTISEMENT

Ia berharap tren apik ini bisa bertahan dan terus meningkat hingga mencapai angka 90% untuk tingkat okupansi hotel. Sebab, libur sekolah ini memang sudah dinanti-nanti para pengelola usaha akomodasi untuk panen cuan.

"Semoga rata-rata okupansi hotel di Kota Batu untuk nanti malam dan besok bisa lebih dari 80%. Semoga saja bisa tembus mencapai 90%," harapnya.

Bicara soal harga kamar, Sujud menyampaikan bahwa hotel-hotel di Kota Batu rata-rata menggunakan tarif normal selama libur sekolah. Mereka khawatir jika tarif high season diterapkan akan membuat masyarakat maupun wisatawan enggan menginap.

"Kami menggunakan publish rate atau tarif normal. Tidak bisa dinaikkan lagi untuk harga kamar karena situasi daya beli masyarakat belum memungkinkan," ujar Sujud.

Untuk menarik minat tamu, para pengolah hotel juga gencar memperluas jaringan kerjasama dengan obyek-obyek wisata yang ada. Kerjasama itu dibentuk lewat paket hotel dan obyek wisata atau sistem bundling.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads