Sensus Ekonomi, BPS Lamongan Data Pelaku Usaha hingga Content Creator

Eko Sudjarwo - detikJatim
Senin, 15 Jun 2026 20:45 WIB
Bupati Lamongan menemui perwakilan Badan Pusat Statistik di momen awal Sensus Ekonomi 2026. (Foto: Istimewa)
Lamongan -

Badan Pusat Statistik (BPS) Lamongan memulai Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.258 petugas diterjunkan untuk melakukan pendataan berbagai aktivitas ekonomi di Lamongan sejak hari ini, Senin (15/6/2026).

Berbeda dengan pelaksanaan 1 dekade lalu, sensus kali ini tidak hanya menyasar sektor ekonomi konvensional tetapi juga menjangkau pelaku ekonomi digital yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala BPS Lamongan Hermanto mengatakan Sensus Ekonomi 2026 menjadi pendataan ekonomi yang lebih komprehensif karena mencakup seluruh sektor usaha baik pertanian, perdagangan, industri pengolahan, maupun jasa.

"Salah satu perbedaan mendasar kali ini adalah cakupan terhadap aktivitas ekonomi baru. Sepuluh tahun lalu sektor digital belum seperti sekarang. Kini kami menyasar pelaku usaha digital, termasuk content creator dan aktivitas ekonomi berbasis platform digital yang selama ini tidak terlihat fisik, namun memiliki kontribusi ekonomi besar," kata Hermanto kepada wartawan, Senin (15/6/2026).

Menurut Hermanto, petugas sensus akan melakukan pendataan secara door to door hingga 31 Agustus 2026. Karena itu, masyarakat dan pelaku usaha diharapkan memberikan informasi yang benar dan lengkap guna menghasilkan data yang akurat.

Ia menjelaskan data yang terkumpul nantinya menjadi dasar penting bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi ke depan.

"Dalam penyusunan kebijakan pemerintah, baik pusat maupun daerah, pasti berbasis data. Harapannya melalui sensus ekonomi ini seluruh aktivitas ekonomi, mulai sektor pertanian sampai jasa, dapat tercatat dengan baik sehingga menjadi pondasi utama dalam penyusunan kebijakan nasional maupun daerah," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengajak seluruh masyarakat, aparatur sipil negara (ASN), dan pelaku usaha untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Menurutnya, keberhasilan sensus tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh pihak agar data yang dihasilkan benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi riil di lapangan.

"Sensus Ekonomi 2026 dimulai hari ini hingga 31 Agustus mendatang. Ini peristiwa nasional yang harus kita sukseskan bersama. Keberhasilan sensus ini bukan hanya tanggung jawab BPS, tetapi tanggung jawab seluruh pihak, termasuk ASN, masyarakat, dan pelaku usaha untuk memberikan data yang akurat," tegas bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Dalam kesempatan tersebut, Pak Yes juga memaparkan capaian ekonomi Lamongan yang menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Lamongan pada Triwulan I 2026 mencapai 10,79 persen atau menjadi yang tertinggi kedua di Jawa Timur setelah Pamekasan.

Selain itu, pada akhir 2025 ekonomi Lamongan tercatat tumbuh 5,91 persen secara tahunan (year on year). Di sektor kesejahteraan masyarakat, angka kemiskinan ekstrem juga berhasil ditekan menjadi 0,26 persen dari sebelumnya 0,61 persen.

"Capaian ini sangat menggembirakan. Ini cerminan tingginya aktivitas dan dinamika ekonomi di Lamongan. Pemerintah daerah akan terus mendorong iklim yang kondusif agar pertumbuhan ekonomi semakin kuat dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.



Simak Video "Video: Google Prediksi Ekonomi Digital RI Capai USD 90 M Tahun Ini"

(auh/dpe)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork