Biaya Servis AC Mobil di Nganjuk Melonjak Terdampak Dolar AS

Biaya Servis AC Mobil di Nganjuk Melonjak Terdampak Dolar AS

Bakrie - detikJatim
Sabtu, 06 Jun 2026 08:10 WIB
Prayitno pengelola bengkel di Nganjuk yang terdampak dolar AS yang semakin naik
Prayitno pengelola bengkel di Nganjuk yang terdampak dolar AS yang semakin naik (Foto: Bakrie/detikJatim)
Nganjuk -

Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah dirasakan pelaku usaha bengkel servis AC mobil di Kabupaten Nganjuk. Salah satunya bengkel di Desa Bungur, Kecamatan Sukomoro.

Prayitno pengelola bengkel tersebut mengatakan, naiknya Dolar AS membuat biaya pembelian freon dan sparepart AC, ikut mengalami kenaikan signifikan. Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung sejak awal 2026.

"Yang paling terasa dua bulan terakhir. Kenaikan dolar ini membuat tarif servis AC mobil di bengkel kami ikut naik," ujar Prayitno ditemui detikJatim, Jumat (5/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Prayitno, kenaikan paling drastis terjadi pada harga freon yang merupakan barang impor. Selama 2 bulan terakhir harga freon mencapai titik tertinggi.

"Tahun 2024 akhir itu masih Rp 1,4 juta. Tahun 2025 itu tiap bulan naik sekitar Rp 250 ribu. Mulai awal 2026 terus naik, dan dua bulan terakhir ini sudah di angka Rp 3 juta," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Prayitno menambahkan beberapa merek freon yang digunakan di bengkelnya merupakan produk pabrikan Singapura yang bahan bakunya berasal dari Eropa. Kondisi tersebut membuat harga sangat dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar dolar.

Dampak lanjutannya, biaya jasa isi freon AC mobil juga ikut terkerek. Jika sebelumnya pelanggan hanya dikenakan tarif sekitar Rp 250 ribu, kini naik menjadi sekitar Rp 300 ribu.

"Yang memang ini dampak dolar naik, mau nggak mau harga isi freon ikut naik," ujarnya.

Tak hanya freon, Prayitno menyebut seluruh sparepart AC mobil juga mengalami kenaikan harga. Salah satu komponen AC mobil yang sebelumnya dibanderol sekitar Rp 300 ribu, kini naik menjadi Rp 400 ribu.

"Itu naiknya sekitar 25 persen," tambahnya.

Sofyan Hanafi, salah satu pengguna jasa servis AC mobil Prayitno, mengaku berat dengan kenaikan tarif yang terjadi secara bertahap.

"Ya cukup berat juga dengan kenaikan ini, karena otomatis pengaruhnya ke biaya pengeluaran sehari-hari," ujarnya.
Sofyan berharap kondisi nilai tukar rupiah dapat kembali stabil agar harga-harga kebutuhan, termasuk jasa servis kendaraan, tidak semakin membebani masyarakat.

"Saya berharap Rupiah segera normal lagi, biar nggak memberatkan masyarakat seperti sekarang," tukasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads