Temuan Satgas Pangan soal Isu Elpiji 3 Kg Langka di Blitar

Temuan Satgas Pangan soal Isu Elpiji 3 Kg Langka di Blitar

Fima Purwanti - detikJatim
Kamis, 16 Apr 2026 18:45 WIB
Sidak gas melon di Kota Blitar
Sidak gas melon di Kota Blitar/Foto: Fima Purwanti/detikJatim
Blitar -

Ketersediaan Elpiji 3 kilogram dikeluhkan masyarakat Kota Blitar. Tim satgas pangan Kota Blitar turun langsung untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah agen dan pangkalan migas.

Pantauan detikJatim, tim satgas pangan melakukan sidak di sejumlah titik. Mulai dari di SPBU Kebonrejo, Toko 19 agen elpigi sampai dengan salah satu restoran di Kota Blitar.

Sidak dilakukan bersama Disperindag Kota Blitar, Hiswana Migas Kediri, Petrojaya Gas Kota Blitar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini kami laksanakan sidak dalam rangka menindaklanjuti laporan masyarakat. Warga mengeluhkan isu BBM dan stok gas elpiji, jadi kami datangi langsung pangkalannya langsung," kata Kanit Tipidter Satreskrim Polres Blitar Kota, Iptu Yuno Sukaito kepada detikJatim di lokasi, Kamis (16/4/2026).

ADVERTISEMENT

Yuno menyebut, sidak itu dilakukan untuk mengecek ketersediaan BBM dan gas elpiji di Kota Blitar. Tim satgas pangan turut meminta keterangan dari penanggungjawab SPBU dan pemilik toko.

Hasilnya, ketersediaan BBM di SPBU dipastikan mencukupi. Sebaliknya stok gas elpiji kosong dan masih dalam proses distribusi.

"Untuk stok BBM aman, dipastikan mencukupi kebutuhan warga. Tapi untuk gas elpiji tadi kami cek di agen ada kekosongan. Informasinya masih dalam proses pengiriman," jelasnya.

Menurutnya, distribusi gas elpiji khususnya 3 kilogram diduga mengalami keterlambatan. Sehingga agen juga harus menunggu distribusi yang tidak menentu.

"Sementara diduga karena keterlambatan distribusi, karena tidak menentu sampainya. Tapi yang jelas tetap ada stok, dan kami lakukan pengawasan," terangnya.

Yuno menegaskan pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Disperindag dan pihak lainnya untuk melakukan pengawasan. Khususnya terkait ketersediaan BBM dan elpiji.

"Kami tetap laksanakan pengawasan, untuk stok dan penggunaan BBM. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying maupun menimbun BBM dan elpiji. Apabila mendapati laporan itu tentu akan kami tindak sesuai dengan ketentuan hukum yang ada," jelasnya.



(abq/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads