Warga Kota Pasuruan kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram (kg) beberapa hari terakhir. Stok gas tabung melon di kios dan toko menipis dan kosong.
Kondisi tersebut mulai dirasakan warga sejak Rabu stok gas bersubsidi tersebut menipis di sejumlah pangkalan hingga kios pengecer. Beberapa warga harus berkeliling mencari tabung gas, bahkan tak sedikit yang pulang dengan tangan kosong.
Sundari, warga Kecamatan Purworejo, mengaku telah berulang kali mendatangi kios di sekitar rumahnya. Namun, upayanya selalu berujung sia-sia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah keliling ke beberapa tempat, tapi tetap tidak dapat. Padahal gas di rumah sudah habis, jadi tidak bisa memasak," katanya, Minggu (12/4/2026).
Yudi, pemilik kios eceran menyebut pasokan elpiji ke tempat usahanya menurun drastis sejak pertengahan pekan. Penurunan hingga 50 persen.
"Biasanya dapat kiriman sekitar 20 tabung, sekarang paling hanya 10 tabung. Bahkan sempat tidak ada kiriman sama sekali sejak Rabu," katanya.
Distributor elpiji di Pasuruan, Dwi Hardono, menjelaskan pasokan ke terminal dan SPBE mengalami keterlambatan akibat kondisi geopolitik yang memanas. Sehingga distribusi ke daerah juga ikut tersendat.
"Pasokan ke terminal dan SPBE mengalami keterlambatan, sehingga distribusi ke daerah juga ikut tersendat. Pasokan ke pangkalan dan kios di berbagai wilayah, termasuk Pasuruan, ikut terganggu," jelasnya.
Dwi mengatakan kondisi saat ini mulai membaik. Pasokan elpiji mulai masuk kembali, dan distribusi ke sejumlah pangkalan di Kota maupun Kabupaten Pasuruan telah berjalan secara bertahap.
"Kami harap masyarakat membeli sesuai kebutuhan agar distribusi bisa merata dan kondisi segera normal kembali," pungkas Dwi.
