Ini Jenis BBM yang Harganya Bakal Naik Bocoran dari Bahlil

Kabar Nasional

Ini Jenis BBM yang Harganya Bakal Naik Bocoran dari Bahlil

Herdi Alif Al Hikam, Fadhly Fauzi Rachman - detikJatim
Selasa, 31 Mar 2026 13:15 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: Cahyo - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Surabaya -

Ada sinyal dari Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak dunia. Saat ini harga minyak dunia tembus US$ 115 per barel.

Bahlil menyampaikan pernyataan itu saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Jepang, Senin. Sebagai informasi, perubahan harga BBM biasanya terjadi pada awal bulan, atau dalam waktu dekat yakni pada 1 April 2026.

Menanggapi isu kenaikan harga BBM tersebut Bahlil menegaskan bahwa yang berpotensi mengalami penyesuaian adalah BBM non-subsidi, khususnya yang digunakan oleh kalangan mampu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gini. Di Peraturan Menteri ESDM tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu non-industri. Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar," ujar Bahlil, ditulis Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan, BBM kategori industri seperti bensin dengan RON tinggi-misalnya RON 95 dan RON 98-secara otomatis mengikuti mekanisme pasar. Jenis BBM itu lah yang kemungkinan besar akan naik harganya.

ADVERTISEMENT

"Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri. Apa itu definisi yang industri adalah bensin RON 95, RON 98 itu kan orang-orang yang mampu lah," jelasnya.

Menurut Bahlil, kelompok pengguna BBM tersebut tidak menjadi beban negara karena mampu membayar sesuai harga pasar. Jadi, negara tak perlu menyubsidi.

"Selama mereka mau jalan banyak selama ada uang untuk bayar monggo tugas negara menyiapkan, yang membayar mereka itu tidak ada tanggungan negara sama sekali," tambahnya.

Sementara itu, untuk BBM subsidi, Bahlil memastikan pemerintah masih menahan harga dan belum ada keputusan kenaikan dalam waktu dekat.

"Oh di dalam negeri masih stabil. Insyaallah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil," katanya.

Ia juga meminta masyarakat menunggu keputusan resmi pemerintah terkait kebijakan harga BBM ke depan. "Percayalah nanti tunggu tanggal mainnya Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara," tutupnya.

Baca selengkapnya di sini.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads