Persewaan iPhone di Surabaya banjir pelanggan jelang Lebaran. Salah satu jenis gawai dengan kualitas kamera yang mumpuni ini, banyak diburu masyarakat untuk mengabadikan momen silaturahmi saat Hari Raya.
Tren tersebut membuat permintaan sewa iPhone di sejumlah tempat persewaan meningkat dibandingkan hari biasa. Banyak pelanggan memilih menyewa perangkat keluaran Apple itu karena dinilai mampu menghasilkan foto dan video dengan kualitas lebih baik.
Seperti yang dirasakan Shebbyl Balqies Ferrola atau akrab disapa Ferro dan Abdullah al Jufri, pemilik usaha sewa iPhone Surabaya. Mereka menyebut permintaan sewa mulai meningkat sejak pertengahan Ramadan, terutama untuk kebutuhan buka puasa bersama (bukber) hingga persiapan Lebaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau untuk bukber kemarin yang sewa naik sekitar 20-30 persen dibanding hari biasa. Rata-rata sewanya sore untuk jam 16.00 WIB atau jam 17.00 WIB," kata Ferro saat ditemui detikJatim, Jumat (13/3/2026).
Sejumlah pelanggan juga mulai memesan perangkat untuk digunakan saat Lebaran, termasuk untuk perjalanan mudik. Untuk momen ini, usaha persewaan dengan nama Instagram @sewa_iphonesby tersebut menyediakan paket promo khusus agar penyewa bisa menggunakan perangkat lebih lama.
"Kita menyediakan diskon paketan. Sewa lima hari free lima hari, sewa tiga hari free dua hari. Kebanyakan ambil di situ dipergunakan untuk Lebaran," ujarnya.
Menurut mereka, iPhone kerap dipilih karena kualitas kameranya yang dianggap lebih apik untuk mengambil foto maupun video saat momen spesial bersama keluarga. Selain itu, menyewa perangkat tersebut juga dinilai praktis dibanding harus membeli dengan harga yang relatif mahal.
"Orang-orang ini butuh iPhone itu bukan cuma gengsi saja. Emang ada yang butuh untuk spek kamera tapi enggak butuh-butuh banget untuk sehari-hari," ucap Ferro.
Tren sewa iPhone di Surabaya naik jelang Lebaran Foto: Anastasia Trifena/detikJatim |
Pelanggan yang menyewa pun tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur lainnya seperti Sidoarjo dan Malang. Bahkan ada pula penyewa yang membawa perangkat tersebut untuk membuat konten saat bepergian ke luar negeri.
Salah satunya, Hani. Langganan tetap yang kerap menyewa iPhone untuk dokumentasi saat konser di luar negeri. "Saya biasanya sewa iPhone 15 dan 17 Pro Max. Paling jauh saya bawa ke luar negeri untuk konser-konser," ujar Hani.
Usaha persewaan iPhone ini sendiri terbilang masih baru. Ferro dan Abdullah mulai merintisnya pada April 2025 bersama sejumlah rekan mereka.
Awalnya, usaha tersebut berangkat dari bisnis jual beli ponsel. Namun karena permintaan pembelian tidak terlalu banyak, mereka kemudian mencoba menyewakan perangkat yang dimiliki.
"Awal itu gara-gara jual-beli kak. Tapi stok kebanyakan terlalu banyak ngambil barang-barang. Nah, ternyata pas itu yang peminat buat beli itu sedikit. Akhirnya kepikiran buat nyewain aja," kata Abdullah.
Dari situ, mereka mulai mengembangkan layanan persewaan dengan konsep berbeda. Salah satunya dengan menyediakan layanan antar jemput perangkat kepada pelanggan.
"Ternyata nggak ada (persewaan iPhone) yang free antar jemput. Itu salah satu, bahkan satu-satunya malahan kita waktu itu yang free antar jemput," tambahnya.
Saat ini, usaha tersebut memiliki sekitar 45 unit iPhone yang difokuskan untuk disewakan dengan berbagai seri yang tersedia. Beberapa tipe yang paling banyak diminati antara lain iPhone 11, iPhone 13, hingga iPhone 15. Sistem pembayarannya pun cukup mudah. Pelanggan hanya perlu membayar DP sebesar Rp 50.000 atau 50 persen untuk harga sewa di bawah Rp 50.000. Harga DP tersebut berlaku untuk semua tipe iPhone. Barulah pelunasan dilakukan setelah unit kembali ke persewaan.
Mayoritas pelanggan berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Mereka biasanya memanfaatkan perangkat tersebut untuk membuat konten media sosial, mengerjakan tugas, hingga dokumentasi kegiatan.
Meski demikian, bisnis persewaan ini memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya risiko perangkat dibawa kabur oleh penyewa. Namun untungnya sejauh ini mereka masih bisa melacak perangkat yang hilang karena sistem keamanan yang dipasang pada setiap unit.
"Kita pernah beberapa kali dapet customer 'nakal'. Tapi tetap ketemu. Jadi dibawa lari, tapi untungnya tetap ketemu," cerita Ferro.
Ke depan, mereka berharap usaha tersebut dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pelanggan.
"Harapannya sih semoga (usaha) tetap lancar, bisa buka cabang di luar kota biar bisa membantu orang lain juga," pungkas Abdullah.
(irb/hil)












































