Bulan suci Ramadan membawa berkah tersendiri bagi pelaku ksaha kecil di Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya dirasakan oleh Griya Camilan yang berlokasi di Jalan Sunan Kalijaga Nomor 85, Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota.
Permintaan kue kering jenis gapit di tempat usaha ini meningkat signifikan selama Ramadan. Gapit sendiri merupakan jajanan tradisional yang sudah ada sejak zaman dahulu dan kerap menjadi suguhan khas saat hari raya maupun acara keluarga.
Cita rasanya yang manis dan renyah membuat camilan ini tetap diminati hingga kini. Jika pada hari biasa produksi gapit gulung hanya mencapai sekitar 12 kilogram per hari, saat Ramadan meningkat menjadi 16 kilogram per hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk gapit dolar atau rasa asin, produksi naik dari 3 kilogram menjadi 4 kilogram per hari.
Pemilik usaha, Safila Nur Auliya yang akrab disapa Afi, mengatakan peningkatan produksi tersebut dilakukan untuk memenuhi lonjakan pesanan dari pelanggan.
"Kalau Ramadan memang pesanan naik. Banyak yang beli untuk camilan berbuka dan juga untuk persiapan Lebaran," ujarnya.
Untuk harga, gapit gulung dijual Rp 85 ribu per kilogram. Sedangkan gapit dolar atau asin dibanderol Rp 80 ribu per kilogram.
Tak hanya melayani pasar lokal Bojonegoro, penjualan kue gapit produksi Griya Camilan juga merambah luar kota. Pesanan datang dari Surabaya hingga Yogyakarta.
Berkat peningkatan permintaan tersebut, selama bulan Ramadan omzet yang diraih bisa mencapai hingga Rp 35 juta.
Afi mengungkapkan, proses pembuatan gapit membutuhkan ketelatenan dan konsentrasi.
"Membuat gapit itu tidak sulit, tapi juga tidak mudah. Harus fokus supaya tidak gosong," tambahnya.
Afi menambahkan, meski permintaan meningkat, ia tetap menjaga kualitas rasa dan kematangan kue agar pelanggan tetap puas.
Ia berharap momentum Ramadan ini tidak hanya mendongkrak penjualan sementara, tetapi juga mampu menarik pelanggan baru dan memperluas pasar usahanya ke lebih banyak daerah.
