Di tengah cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah pertanian, petani blewah di Kabupaten Lumajang masih bisa tersenyum saat Ramadan. Meningkatnya permintaan buah blewah selama bulan puasa membuat harga jual di tingkat petani tetap tinggi.
Salah satu petani blewah yang merasakan berkah tersebut adalah Nanang Suyitno (43), warga Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang.
Nanang mengaku intensitas hujan yang tinggi belakangan ini membuat banyak buah blewah mengalami kerusakan. Sebagian buah bahkan pecah sebelum dipanen sehingga hasil panen menurun hingga sekitar 50 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, harga jual blewah di tingkat petani saat Ramadan cukup tinggi, mencapai Rp 5.000 per kilogram. Bahkan blewah yang kurang mulus atau retak masih bisa dijual sekitar Rp 2.500 per kilogram sehingga tetap memberikan keuntungan bagi petani.
"Sekarang lagi panen raya, tapi terkendala cuaca ekstrem, sering hujan, dampaknya pecah-pecah, namun karena harga tinggi ya alhamdulillah tetep untung," kata petani blewah Nanang Suyitno kepada detikJatim, Kamis (26/2/2026).
Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, Nanang masih mampu memanen sekitar 3 ton blewah dari lahan seluas 0,25 hektare. Jumlah tersebut menurun dibandingkan kondisi cuaca normal yang bisa mencapai sekitar 5 ton sekali panen.
Meski hasil panen berkurang, tingginya harga jual blewah saat Ramadan membuat Nanang tetap meraup keuntungan hingga belasan juta rupiah.
"Dengan kondisi cuaca seperti ini hasil panen bisa 3 ton, dengan pendapatan Rp 15 juta," pungkas Nanang.
