Tren Gamis Lebaran 'Bini Orang' Ramai Diburu di Surabaya

Tren Gamis Lebaran 'Bini Orang' Ramai Diburu di Surabaya

Aprilia Devi - detikJatim
Rabu, 25 Feb 2026 16:10 WIB
Gamis bini orang yang ramai diburu jelang Lebaran di Surabaya
Gamis 'bini orang' yang ramai diburu jelang Lebaran di Surabaya/Foto: Aprilia Devi/detikJatim
Surabaya -

Tren busana Lebaran 2026 terus bergulir. Jika sebelumnya model rompi lepas viral di media sosial dan ramai diburu, kini gamis 'bini orang' juga ramai dicari.

Gamis 'bini orang' juga viral di media sosial baru-baru ini. Penyebutannya yang unik membuat model gamis ini menarik perhatian masyarakat hingga ramai diburu.

Di Pasar Kapasan, Surabaya misalnya, salah satu warga, Dina (29) mengaku sengaja berburu gamis ini sejak awal Ramadan agar tak kehabisan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gamis 'bini orang' yang ramai diburu jelang Lebaran di SurabayaGamis 'bini orang' yang ramai diburu jelang Lebaran di Surabaya Foto: Aprilia Devi/detikJatim

"Cari yang model gamis bini orang, soalnya lagi viral. Dipakai Lebaran kelihatan anggun, rencananya mau beli kembaran buat sekeluarga juga," kata Dina kepada detikJatim, Rabu (25/2/2026).

ADVERTISEMENT

Pembeli lainnya, Wulan (36), juga mengaku tertarik berburu gamis ini untuk dikenakan saat Lebaran 2026.

"Selain dipakai Lebaran juga cocok kalau dipakai acara-acara kayak buka bersama, halal bihalal," ujarnya.

Pantauan detikJatim di Pasar Kapasan sendiri puluhan toko tampak memajang beragam koleksi baju Lebaran. Dari gamis polos, setelan keluarga, hingga model terbaru seperti gamis bini orang, rompi lepas, organza, dan lainnya.

Gamis yang sedang viral 'bini orang' ini secara tampilan identik dengan siluet panjang yang jatuh rapi. Potongannya cenderung lurus dan memberi kesan anggun. Banyak pula yang menggunakan bahan brokat dengan sentuhan detail di bagian lengan.

Beberapa desain juga dibuat dengan potongan high-low di bagian bawah, sehingga sisi depan sedikit lebih pendek dibanding belakang. Ada pula model berlengan panjang yang dilengkapi tali kecil di pinggang sebagai aksen, sehingga tampak lebih ramping.

Dari sisi warna, pembeli banyak memilih tone lembut seperti krem, putih, cokelat muda, dan abu-abu. Beberapa pedagang mengaku, keramaian sudah terasa sejak bulan lalu.

"Sudah ramai, paling dicari itu model terusan, terus sekarang nyebutnya ada yang gamis 'bini orang', gamis rompi lepas juga banyak," kata salah satu pedagang, Nur (27).

Harga yang ditawarkan pun bervariasi. Untuk satu potong gamis, banderolnya rata-rata mulai Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu, tergantung bahan dan detailnya.

Pedagang lain, Siti (41), mengatakan tren tahun ini lebih condong ke model yang terlihat dewasa dan anggun.

"Model-modelnya sekarang banyak yang elegan, warnanya juga simple, enggak terlalu ramai atau gonjreng," tuturnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads