Meski Hari Raya Idul Fitri 2026 masih beberapa bulan lagi, Pusat Grosir Surabaya (PGS) mulai dipadati pembeli yang berburu busana muslim terbaru. Sejumlah kios di lantai 3 yang menjual pakaian muslim tampak sudah memajang berbagai model gamis yang disebut-sebut sebagai tren Lebaran tahun ini.
Salah satu pedagang gamis, Isma (23) yang sudah tiga tahun melayani pembeli ini melihat masyarakat selalu mencari gamis-gamis dengan model terbaru. Tahun ini misalnya, masyarakat mulai melirik gamis 'Outer Organza' sebagai tren busana Idul Fitri 2026.
"Lagi viral di Jakarta, jadi booming sejak awal tahun ini. Toko kita saja sudah menjual kurang lebih 100 gamis dengan model terbaru itu," kata Isma, Rabu (14/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isma menyebut, model hijab segi empat kembali booming di tahun 2026 ini. Oleh karena itu, Isma tak hanya menyediakan set gamis saja, tetapi juga hijab segi empat yang warna dan motifnya sesuai dengan gamis.
"Kalau tahun ini kebanyakan cari gamis yang warnanya pastel ya, seperti hijau sage, pink. Kebanyakan dari mereka juga cari yang sudah satu set sama hijabnya, biar nggak repot cari-cari sendiri," kata Isma.
Begitu pula dengan pemilik Toko Haddasa, Christine (43) mengaku hal ini menjadi salah satu bentuk pelayanan dengan menyediakan gamis-gamis yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, termasuk yang paling trendy.
"Tren gamis di tahun 2026 ini itu outer organza. Semacam gamis yang dilengkapi rompi brokat lepas pasang," kata Christine.
Christine mengatakan, model ini dilirik karena banyak yang mencari gaya simpel tapi tetap elegan. Kombinasi dengan rompi brokat yang bisa dilepas pasang membuat pemakainya bisa mendapatkan dua tampilan sekaligus.
"Kalau ingin pakai dalamannya saja masih tampak cantik ya, meskipun dia polos tapi di bagian lengan masih ada sentuhan desain brokatnya. Jadi rompi lepas pasang ini bisa dikreasikan sesuai dengan kebutuhan acara. Mau pakai rompinya saja untuk dipadupadankan dengan setelan lainnya juga masih bisa," ujar Christine.
Tak hanya outer organza, gamis dengan sebutan 'Gamis Bini Orang' juga ramai dilirik pembeli. Meskipun Christine mengaku tidak tahu asal mula penamaan gamis tersebut, tapi ia menyebut gamis brokat dengan lengan balon ini kerap mencari incaran di awal tahun ini.
"Namanya unik, ya, ciri khasnya di bagian bawah tampak kroak. Model lengannya kombinasi potongan balon dan terompet yang bahannya dari tile, kain utamanya pakai sifon. Kebanyakan yang incar ini itu ibu-ibu, karena kalau pakai gamis ini sekalinya keluar sudah bisa ngejreng. Jadi, tidak perlu aksesoris tambahan ya, karena temanya simpel tapi elegan," ujar Christine.
Berbeda dengan toko lainnya, Christine mengaku di tahun ini gamis dengan warna-warna gelap seperti hitam, mahogany, burgundy, masih menjadi pilihan bagi pelanggannya.
Christine juga menyebut harga gamis yang dijual di Pusat Grosir Surabaya (PGS) ini tergolong murah jika dibandingkan di tempat lain. Terlebih lagi jika pelanggan membeli dalam jumlah besar.
Berdasarkan pantauan detikJatim, untuk harga gamis Outer Organza dan Bini Orang di PGS ini cukup bervariatif, berkisar Rp 300.000-400.000 saja sudah mendapatkan satu setelan gamis lengkap dengan hijabnya.
Begitu pula dengan Farochah (38) sebagai salah satu pembeli, saat ditanya oleh detikJatim mengaku sejak kecil ia bisa mendapatkan busana berkualitas dengan harga terjangkau namun tetap mengikuti perkembangan tren.
