Tembus Pasar Dunia, Mendes PDT Lepas Ekspor Gula Aren Desa Temon Pacitan

Tembus Pasar Dunia, Mendes PDT Lepas Ekspor Gula Aren Desa Temon Pacitan

Purwo Sumodiharjo - detikJatim
Kamis, 12 Feb 2026 18:30 WIB
Mendes PDT) Yandri Susanto melepas ekspor gula aren di Pacitan
Mendes PDT) Yandri Susanto melepas ekspor gula aren di Pacitan (Foto: Purwo Sumodiharjo/detikJatim)
Pacitan -

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto melepas ekspor Gula Aren Pacitan ke sejumlah negara. Di antara negara tujuan produk pemanis organik tersebut adalah Malaysia, Belanda, dan Australia. Pelepasan berlangsung di Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kamis (12/2/2026) siang.

"Saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah menjadi inisiator di Desa Temon ini untuk melahirkan Desa Ekspor, di mana hari ini kita melepas ekspor gula aren organik ya," ujar menteri Yandri usai melepas salah satu komoditas andalan 'Kota 1.001 Gua' tersebut.

Sebelum proses pelepasan, Mendes PDT terlihat naik ke kabin truk dengan muatan 6 ton gula aren. Selama beberapa saat dirinya berbincang dengan pengemudi. Dia pun menanyakan berapa jam waktu tempuh menuju pelabuhan Tanjung Perak. Selanjutnya dirinya berpesan agar pengemudi berhati-hati serta memastikan muatan dijaga dengan baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ingat, yang ada di belakang (bak truk) itu bukan sekadar gula aren, tapi mewakili Pacitan, Jawa Timur, dan juga Merah Putih. Mohon dijaga dengan baik ya," pesan politisi PAN tersebut.

ADVERTISEMENT

Pada kesempatan tersebut, menteri Yandri mengingatkan pentingnya menjaga tiga hal sebagai prasyarat proses bisnis. Pertama adalah memastikan agar mutu produk tetap terjaga. Hal itu penting karena kualitas yang baik akan menentukan reputasi produk. Aspek berikutnya adalah kuantitas. Ini berkaitan dengan takaran produk maupun kemampuan memenuhi permintaan pasar.

"Kalau itu yang kita lakukan, maka ini akan berlangsung terus dan ada kelanjutan. Nah, paling penting keberlanjutannya. Karena di sini adalah sumber ekonomi, maka (tumbuhan) aren di sini mesti dijaga, mungkin perlu menanam lagi, pembibitan, budidaya dan sebagainya," ujar Yandri.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji berharap terbukanya pintu ekspor melalui komoditas gula aren akan membuka peluang pasar untuk produk-produk lain. Apalagi, lanjut Mas Aji, selama ini daerah yang memiliki julukan '70-Mile Sea Paradise' dikenal kaya dengan potensi sumber daya alam. Hal tersebut diharapkan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat sebagai pengelola.

Dia pun menggambarkan adanya banyak objek wisata alam yang menjadi daya tarik wisatawan, baik dalam negeri maupun mancanegara. Tidak itu saja, kawasan sekitar destinasi wisata juga menghasilkan produk khas yang menjadi pengungkit ekonomi kreatif. Oleh karenanya kapasitas para pelaku di sektor tersebut juga harus digarap optimal.

"Maka dari itu perlu dikuatkan untuk SDM di desanya, bagaimana mengenali potensi tersebut. Saya sangat sepakat dengan apa yang disampaikan Pak Menteri bahwa kita tidak bisa bekerja sendiri, kita harus kolaborasi," kata Bupati Aji.

Pengembangan produksi gula aren di Desa Temon merupakan tindak lanjut dari program Desa Sejahtera Astra. Kegiatan yang dilaksanakan bekerjasama dengan Temon Agro Lestari melibatkan sedikitnya 400 masyarakat dari 5 desa dalam pengembangan ekonomi berbasis gula aren organik.

Adaoun pendampingannya sendiri dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan pra-SNI organik, penerapan Internal Control System (ICS) Organik, penguatan proses produksi dari hulu hingga hilir, serta didukung audit HACCP, dan pembangunan dapur bersih petani.

"Kami berkomitmen untuk terus membina kewirausahaan di desa-desa di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, kami telah membina sebanyak 1.200 desa, dengan fokus pada pengembangan potensi lokal dan peningkatan nilai ekonomi masyarakat," tutur Head of Environment & Social Responsibility Division Astra Diah Suran Febrianti saat mendampingi menteri.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads