38 Hotel di Surabaya Kini Pakai Produk UMKM

38 Hotel di Surabaya Kini Pakai Produk UMKM

Esti Widiyana - detikJatim
Sabtu, 07 Feb 2026 18:15 WIB
Wali Kota Surabaya Mou dengan hotel
Wali Kota Surabaya Mou dengan hotel/Foto: Istimewa
Surabaya -

Pemerintah Kota Surabaya menggandeng 38 hotel di Kota Pahlawan untuk meramaikan pasar UMKM lokal. Produk UMKM akan memasok kebutuhan operasional hotel, mulai dari bahan pangan hingga perlengkapan kamar.

Kerja sama bertajuk "Peningkatan Perekonomian Melalui Pemenuhan Kebutuhan Usaha dan Tenaga Kerja pada Hotel" ini bertujuan menjadikan UMKM dan warga lokal sebagai pemasok kebutuhan operasional hotel.

"Saya ingin investasi ini bermanfaat untuk warga sekitar. Kalau hotel punya jaringan, kegiatan Surabaya juga bisa dipromosikan di sana. Intinya, kita harus bersatu untuk menaikkan okupansi pasca pandemi," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Sabtu (7/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesepakatan bersama, pihak hotel berkomitmen menyerap kebutuhan logistik dari warga atau UMKM Surabaya. Mulai dari daging sapi, daging ayam, telur, hingga perlengkapan hotel seperti slipper dan kebutuhan lainnya.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data rekapitulasi, potensi serapan kebutuhan hotel per bulan terbilang besar. Beberapa komoditas utama yang dibutuhkan antara lain 5,6 ton daging ayam, 600 kilogram daging sapi, 4,7 ton sayuran, 12 ton buah-buahan, 3.200 liter susu segar, 8 ton telur, 3,5 ton beras, 4,3 ton gula, 2,6 ton minyak goreng, serta 39.000 pasang slipper.

"Kebutuhan tersebut, sangat banyak sehingga inilah peluang besar bagi warga dan UMKM di Kota Pahlawan untuk naik kelas," ujarnya.

Eri juga mendorong dinas terkait untuk memastikan UMKM mampu memenuhi standar kualitas yang ditetapkan hotel melalui proses kurasi dan pelatihan.

"Sekarang tinggal kita mampu atau tidak memenuhi standar mereka. Negara harus hadir membantu warga miskin agar produknya naik kelas," katanya.

Menurut Eri, langkah ini juga sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam mengentaskan kemiskinan dan memberdayakan ekonomi masyarakat.

"Saya berharap kerja sama ini, dapat menciptakan suasana investasi yang aman dan nyaman agar ekonomi masyarakat dapat terus bergerak," harapnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur, Puguh Sugeng Sutrisno menyambut baik kolaborasi tersebut. Selain komitmen penggunaan produk UMKM, ia juga mengapresiasi dukungan Pemkot Surabaya terkait kebijakan pengupahan.

"Terima kasih kepada Bapak Wali Kota dan jajaran atas dukungannya terkait revisi UMSK Surabaya tahun 2026. Ini memberikan ruang bagi hotel untuk lebih stabil secara finansial sehingga kami bisa terus bersinergi dengan UMKM demi kemajuan ekonomi Surabaya," kata Puguh.

Diketahui, penandatanganan kerja sama ini merupakan tahap awal yang melibatkan hotel bintang dua hingga bintang lima. Ke depan, jumlah hotel yang terlibat akan terus bertambah seiring dengan kesiapan pasokan dari pelaku usaha lokal.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads