Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhammad Anwar Iskandar menyampaikan 2 pesan penting menyikapi dinamika ekonomi nasional. Dia tekankan pentingnya sinergi pemerintah dengan Bank Indonesia (BI), dan dia minta uang negara harus produktif dan beredar di tengah masyarakat.
Kyai Anwar mengatakan pengelolaan ekonomi tidak boleh dilakukan secara terpisah. Otoritas fiskal dan moneter harus saling berkoordinasi agar kebijakan yang diambil tidak saling melemahkan.
"Pemegang otoritas keuangan, baik fiskal maupun moneter, harus bersinergi. Jangan berjalan sendiri-sendiri," ujarnya saat ditemui detikJatim, Kamis (22/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai, sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi, terutama di tengah tekanan ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar.
Selain itu, Kyai Anwar menegaskan bahwa uang negara, baik di tingkat pusat maupun daerah tidak seharusnya disimpan atau mengendap. Dana itu harus produktif dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Uang itu harus produktif dan beredar di tengah masyarakat agar ekonomi rakyat berjalan," tegasnya.
Ia menjelaskan ketika uang berputar di sektor riil, khususnya di UMKM dan ekonomi kerakyatan, maka aktivitas ekonomi akan hidup. Dari perputaran itu, negara juga akan memperoleh penerimaan pajak.
Kyai Anwar juga berharap pemerintah dapat mengoptimalkan peredaran uang di masyarakat sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
(irb/dpe)
