Cuaca Ekstrem, Harga Ikan-Hasil Laut di Pasar Pabean Surabaya Naik

Cuaca Ekstrem, Harga Ikan-Hasil Laut di Pasar Pabean Surabaya Naik

Aprilia devi - detikJatim
Rabu, 21 Jan 2026 14:30 WIB
Pasar Pabean Surabaya
Pasar Pabean Surabaya (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Cuaca ekstrem yang masih melanda perairan Jawa Timur berdampak pada harga ikan laut di Surabaya. Sejumlah komoditas ikan mengalami kenaikan harga meski stok di pasar terpantau masih tersedia.

Pantauan detikJatim di Pasar Pabean, Surabaya, harga beberapa jenis ikan laut mengalami kenaikan signifikan dibandingkan kondisi normal. Pedagang mengungkapkan kenaikan ini dipicu oleh cuaca buruk yang memengaruhi aktivitas nelayan di laut.

Salah satu pedagang ikan di Pasar Pabean, Huda (27) mengatakan, cuaca ekstrem membuat pasokan ikan tidak stabil sehingga harga ikut naik. Ia menyebut cumi menjadi salah satu komoditas yang paling terdampak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cuaca buruk cumi jadi mahal. Standar itu kalo lagi musim cumi merah paling mahal Rp 65 ribu/kg, kalau cumi putih paling mahal Rp 70 ribu/kg. Sekarang cuaca buruk jadi Rp 95-100 ribu/kg," ujar Huda kepada detikJatim, Rabu (21/1/2026).

Tak hanya cumi, kenaikan juga terjadi pada ikan kembung atau banyar. Huda menyebut harga ikan tersebut naik cukup terasa lantaran stok yang menipis dan tingginya harga dari pemasok.

ADVERTISEMENT

"Kenaikan signifikan ikan kembung atau banyar biasanya kembung itu jual dari harga Rp 25 ribu/kg, paling mahal sekarang jadi Rp 35 ribu/kg stoknya juga nipis," katanya.

Ia menjelaskan, meski stok ikan masih ada, ketersediaannya tidak selalu berasal dari ikan segar. Saat pasokan terbatas, pedagang tak jarang terpaksa mengeluarkan stok beku hasil tangkapan nelayan yang langsung dibekukan di tengah laut.

"Bukan frozen dari pabrik, jadi nelayan sekarang ada alatnya juga sama freezer," jelas Huda.

Huda menambahkan, ikan yang dijualnya mayoritas merupakan ikan laut seperti cakalang, tongkol putih, tenggiri, dorang, cumi, selar, kembung, hingga lemadang.

Pasokan ikan tersebut datang dari sejumlah daerah seperti Rembang (Jawa Tengah), Probolinggo, dan Madura.

Hal senada disampaikan pedagang lain, Yanti (31). Ia juga menilai cuaca buruk membuat kualitas ikan tidak merata meski dikirim di hari yang sama.

"Kualitas ikan yang super meskipun datang hari ini barengan gitu gak semua ikan bagus, harus dipilih lagi," katanya.

Cuaca ekstrem ini juga berdampak pada omzet penjualan.

"Pendapatan menurunnya lumayan juga, omzet turun bisa sekitar 40-50% per hari," pungkasnya.




(ihc/ihc)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads