Sejumlah daerah tujuan wisata di Jawa Timur mencatat tingkat okupansi hotel cukup tinggi pada malam Tahun Baru 2025. Hal ini diungkapkan Ketua PHRI Jatim Dwi Cahyono okupansi mencapai 75%.
"Kalau sekarang itu masih 75 persen, rata-rata Jawa Timur ya," ujar Dwi Cahyono saat dikonfirmasi detikJatim, Selasa (29/12/2025).
Tingkat okupansi hotel yang tinggi terjadi pada daerah tujuan wisata utama. Sejumlah wilayah seperti Malang, Surabaya, Kota Batu, hingga Banyuwangi menjadi kawasan dengan tingkat hunian hotel tertinggi selama periode tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, untuk daerah non destinasi juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi.
"Biasanya kan cuma 45 persen hingga 50 persen, kalo 75 persen, udah lumayan," jawabnya.
Dwi Cahyono menyebut, tren saat ini, wisatawan cenderung mengunjungi destinasi yang tengah viral terlebih dahulu. Namun, ketika kawasan tersebut mengalami kepadatan atau over tourism, wisatawan akan beralih ke alternatif slow tourism di daerah yang relatif lebih sepi.
Ia menjelaskan hotel juga menyediakan berbagai paket khusus perayaan Tahun baru untuk menarik wisatawan. Menurut Dwi Cahyono, selain servis terdapat penambahan fasilitas di hotel, sarapan, dinner, hingga hiburan.
"Kemudian semua fasilitas juga biasanya mendapatkan discount. Itu yang dari hotel sendiri, tapi kalau dengan luar kita bundling ya. Sistem bundling itu terus satu harga itu sudah mendapat biasanya souvenir untuk UMKM, terus mendapat tiket untuk ke objek wisata. Jadi bundling-bundling termasuk maskapai penerbangan yang datang," tambahnya.
Terkait malam pergantian tahun, PHRI Jatim mencatat sejumlah ketentuan yang perlu diperhatikan oleh pihak hotel selama perayaan Tahun Baru
"Kalau untuk dari pihak keamanan ya, kalau bikin event-event di tahun baru di hotel itu harus dihimbau tidak menggunakan kembang api. Terus keamanan dan segala macam itu kita koordinasi terus. Jadi mitigasi kalau sampai ada apa-apa. Soalnya ini kan sekarang cuaca kan juga lagi gini ya, sering banjir," jawabnya.
Diketahui, untuk okupansi hotel saat long weekend Isra Miraj hingga puasa diperkirakan trennya menurun.
"Kalau sudah tahun baru itu trennya menurun. Ya, jadi setelah itu terus puasa juga trennya menurun, kecuali untuk event-event atau paket buka bersama, kalau tingkat hunian rendah sekali," pungkasnya.
(irb/hil)











































