Langkah inDrive Agar Tak Diusir, Pengemudi Ditawari Jadi Karyawan

Denza Perdana Kurniaputra - detikJatim
Kamis, 22 Mei 2025 22:10 WIB
Demo ojol di Surabaya. (Foto: Deny Prastyo)
Surabaya -

Aplikasi inDrive terancam terusir dari Jatim buntut demo ojol yang digelar di Kantor Gubernur Jatim beberapa waktu lalu. Dalam menanggapi isu tersebut, inDrive menyatakan hari ini pihaknya selaku aplikator telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama para mitra pengemudi di Surabaya.

"Kegiatan ini merupakan forum resmi untuk menanggapi tuntutan yang disampaikan oleh para pengemudi kepada manajemen inDrive," ujar Communication Manager inDrive Indonesia Wahyu Ramadhan, Kamis (22/5/2025).

Dalam forum diskusi itu, salah satu isu utama yang dibahas adalah usulan perubahan status kemitraan pengemudi dari sebelumnya freelance jadi karyawan. Dalam diskusi terbuka itu mayoritas pengemudi tidak setuju dengan perubahan status itu dan lebih memilih tetap fleksibel sebagai mitra.

"Kami juga tetap konsisten dalam menerapkan skema komisi yang rendah, yang saat ini merupakan yang terendah di antara penyedia transportasi daring lainnya-guna memastikan kesejahteraan mitra pengemudi dan memberikan mereka ruang yang lebih luas untuk memperoleh pendapatan layak bagi keluarganya," ujar Wahyu.

Sebelumnya Wahyu mengklaim pihaknya terus berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jatim. Terutama karena mereka menjunjung tinggi prinsip keterbukaan dan menjalin komunikasi aktif dengan semua pemangku kepentingan, termasuk di Jatim.

"Saat ini, Country Government Relations Manager inDrive, Rona Pasaribu telah dan terus melakukan komunikasi langsung dengan Dinas Perhubungan Provinsinya Jawa Timur dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) guna membahas aspek operasional dan regulasi terkait kehadiran layanan kami di Jawa Timur," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima detikJatim.

Wahyu pun menyampaikan alasan Pemprov Jatim mengusulkan ke Komdigi agar Indrive tidak diizinkan beroperasi di Surabaya bukan sekadar karena tidak menghadiri undangan audiensi 3 kali, tapi karena belum adanya kantor perwakilan di Jawa Timur.

"Adapun informasi yang kami terima bahwa operasional inDrive di Surabaya dihentikan karena belum memiliki kantor perwakilan di wilayah itu telah kami respons dengan menyampaikan komitmen kami kepada pemerintah daerah bahwa inDrive akan segera membuka kantor resmi di Surabaya sebagai bagian dari proses penyesuaian administratif," kata Wahyu.

Dia juga mengklaim bahwa inDrive telah memenuhi seluruh persyaratan yang sudah ditetapkan dalam regulasi yang berlaku di Indonesia untuk bisa beroperasi secara resmi.

Sementara mengenai ketidakhadiran Indrive dalam audiensi bersama Pemprov Jatim dan perwakilan driver ojol di Kantor Gubernur Jatim Senin kemarin, Wahyu menyampaikan alasannya.

"Terkait ketidakhadiran kami dalam audiensi bersama DPRD Provinsi Jawa Timur pada hari Senin lalu, hal tersebut disebabkan oleh kendala koordinasi internal yang sedang kami benahi," ujarnya.

"Namun demikian, komunikasi tetap kami jalin secara aktif dengan instansi terkait, termasuk klarifikasi langsung mengenai audiensi tersebut kepada Dinas Perhubungan Surabaya dan Komdigi," sambungnya.



Simak Video "Video: Grab Buka Suara soal Keluhan Pengguna Sulit Dapat Ojol Selama Ramadan "

(dpe/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork