Amazon Siap-siap PHK 10 Ribu Karyawan

Kabar Teknologi

Amazon Siap-siap PHK 10 Ribu Karyawan

Tim detikInet - detikJatim
Selasa, 15 Nov 2022 18:23 WIB
APPLING, GA - OCTOBER 27: A worker drives past  a cardboard dragon at the Amazon AGS5 sort facility on October 27, 2022 in Appling, Georgia. Amazon, the leading United States retail e-commerce company is preparing for the busy winter holiday season and plans to hire 150,000 full-time, seasonal and part-time workers to fulfill orders. (Photo by Sean Rayford/Getty Images)
Ilustrasi. Karyawan Amazon. (Foto: Getty Images/Sean Rayford)
Surabaya -

Perusahaan raksasa teknologi di bidang toko online alias e-commerce berencana memecat 10 ribu karyawannya. Gelombang pemutusan hubungan kerja terancam dialami oleh karyawan e-commerce Amazon.

Seperti dilansir dari detikInet, Media New York Times dan Wall Street Journal yang pertama kali melaporkan tentang rencana pengurangan pegawai Amazon, perusahaan yang didirikan Jeff Bezos itu.

Sementara, seperti diberitakan CNBC pada Senin (15/11/2022), gelombang PHK ini akan menjadi yang terbesar dalam sejarah perusahaan. Namun, karena jumlah karyawannya sangat banyak, persentase yang dipecat sekitar 1% dari semua pegawai Amazon.

Pada akhir 2019 saja, Amazon melaporkan bahwa jumlah total karyawan mereka mencapai 798 ribu orang. Bahkan jika ditambah dengan pegawai part time atau paruh waktu, angkanya mencapai 1,6 juta orang.

Belum ada penjelasan gamblang dari Amazon soal kabar ini. Andy Jassy, CEO Amazon penerus Jeff Bezos sejauh ini memang berupaya melakukan efisiensi di tengah situasi ekonomi yang kurang baik.

Saat ini, Amazon bahkan sudah tidak lagi menerima pegawai baru. Selain itu, laporan keuangan mereka pada Oktober 2022 juga tidak memuaskan sehingga harga sahamnya terpangkas 3% berimbas pad valuasi pasar Amazon yang jatuh di bawah USD 1 triliun untuk pertama kalinya sejak April 2020.

Gelombang PHK banyak dilakukan perusahaan teknologi. Penelitian dari Crunchbase menyebut sampai Oktober 2022 ada sebanyak 45 ribu karyawan raksasa teknologi yang kena PHK di Amerika Serikat. Itu termasuk pengurangan karyawan Twitter yang disebut berjumlah 3.700 karyawan.

Sementara, pengurangan pegawai Meta belum ikut terhitung karena masih sangat baru. Jika ditambah 11 ribu orang karyawan Meta yang diberhentikan, maka total sebanyak 56 ribu pegawai perusahaan teknologi di AS yang terimbas gelombang PHK.

Selain Twitter dan Meta, nama besar lain yang memberhentikan cukup banyak karyawannya adalah Seagate, Microsoft, Intel, juga Netflix.

Raksasa harddisk Seagate telah mengumumkan pemangkasan sekitar 3.000 karyawan terkait ketidakpastian ekonomi dan penurunan permintaan barang.

"Kami telah mengambil tindakan yang cepat untuk merespons kondisi pasar saat ini dan meningkatkan keuntungan jangka panjang," kata CEO Seagate, Dave Mosley.



Simak Video "Kabar Terbaru, Amazon Akan PHK 18 Ribu Karyawan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)