Protes Harga Anjlok, Petani Jember Bagikan Tomat Gratis ke Masyarakat

Protes Harga Anjlok, Petani Jember Bagikan Tomat Gratis ke Masyarakat

Yakub Mulyono - detikJatim
Minggu, 25 Sep 2022 01:01 WIB
Petani Tomat Jember
Petani tomat di Jember bagikan tomat gratis sebagai bentuk protes anjloknya harga. (Foto: Yakub Mulyono/detikJatim)
Jember -

Petani asal Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Jember, Jumantoro, membagikan 1 kuintal tomat secara gratis. Aksi yang dilakukan di depan Kantor Pemkab Jember itu sebagai bentuk protes terhadap harga tomat yang anjlok.

"Tomat idealnya Rp 5 ribu per kg. Di tingkat petani saat ini harganya anjlok Rp 500 sampai Rp 600 per kilo," kata Jumantoro, Sabtu (24/9/2022).

Menurut Jumantoro, hasil panennya jauh di bawah biaya produksi yang dikeluarka. Apalagi saat dia menanam tomat, pupuk subsidi di Jember langka. Sehingga, dia terpaksa menggunakan pupuk nonsubsidi.

"Ini pakai pupuk nonsubsidi. Dengan kondisi harga anjlok, biaya produksi saja nggak sampai. Kita malah rugi," ujarnya.

"Panen 1 kuintal tapi hasilnya tidak sebanding. Akhirnya, mumpung juga momen Hari Tani Nasional, saya bagi-bagikan saja gratis. Di rumah tadi sudah dibagi-bagikan, lanjut di alun-alun (depan Pemkab) Jember," sambungnya.

Menurut pria yang juga menjabat Ketua Forum Komunikasi Petani Jember ini, bukan cuma dirinya yang merasakan dampak anjloknya harga tomat. Tetapi seluruh petani tomat di Jember.

"Dampak (kenaikan harga) BBM ini inginnya harga (tomat) juga naik. Tapi malah kondisinya turun. Kapan hari harga tomat itu (tingkat petani) bisa mencapai Rp 10-15 ribu. Tapi sudah dua minggu ini, harga tomat malah turun drastis atau terjun bebas," ucapnya.

Anjloknya harga tomat, kata dia, dikarenakan sepinya permintaan pasar. Padahal, saat ini sedang musim panen tomat.

"Katanya sih serapan di pasar sepi, panen banyak tapi kita malah rugi. Bahkan karena kondisi ini, para petani tidak memanen tomatnya, karena ongkos panen saja untuk makan dan sebagainya tidak nutut," ujarnya.

Sebagai seorang petani, Jumantoro berharap ada perhatian dari pemerintah. Sebab, jika tidak segera ada tindakan, pada masa mendatang pertanian akan dianggap sebagai pekerjaan yang tidak lagi menghasilkan.

Masyarakat memanfaatkan aksi petani itu untuk mengambil tomat secara gratis. Bahkan, kurang dari setengah jam tumpukan tomat yang dibagi menjadi tiga keranjang itu ludes.

"Ini saya ikut ambil tomat gratis, alhamdulillah buat di rumah. Terkait adanya aksi ini, katanya sih karena ada persoalan pupuk subsidi di petani," kata salah seorang warga, Sulaiman.



Simak Video "Warga Pesisir Jembrana Dihebohkan Penemuan Kerangka Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(dte/dte)