Pedagang Pasar di Kota Blitar Mengeluh Sepi Pembeli 2 Pekan Terakhir

Pedagang Pasar di Kota Blitar Mengeluh Sepi Pembeli 2 Pekan Terakhir

Fima Purwanti - detikJatim
Jumat, 23 Sep 2022 13:47 WIB
pasar tradisional di kota blitar
Pasar tradisional di Kota Blitar sepi pembeli (Foto: Fima Purwanti)
Kota Blitar -

Pedagang pasar tradisional di Kota Blitar mengeluhkan sepinya pembeli sejak dua pekan terakhir. Padahal, harga sejumlah kebutuhan pokok cenderung normal, bahkan ada beberapa kebutuhan pokok yang justru turun harga pasca kenaikan harga BBM.

Berdasarkan pantauan detikJatim di Pasar Legi dan Pasar Tempel Kota Blitar, sejumlah pedagang di pasar tradisional itu mengeluh tingkat penjualan kebutuhan pokok mengalami penurunan. Hal itu terjadi beberapa pekan terakhir, meskipun harga kebutuhan bahan pokok cenderung normal.

"Di kios saya yang paling ramai penjualan cabai rawit. Tapi ini penjualannya lagi turun. Biasanya, sehari bisa menjual 40 kilogram, sekarang hanya 10 kilogram sampai 20 kilogram. Padahal harganya turun," ujar pedagang bumbu dapur di Pasar Legi Kota Blitar, Ali Mahmud kepada detikJatim, Jumat (23/9/2022).

Mahmud mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab turunnya jumlah pembeli. Padahal, sejumlah harga bumbu dapur cendurung menurun. Seperti, harga cabai rawit dari yang ebelumnya Rp 75.000 per kilogram, turun harga menjadi Rp 55.000 per kilogram.

"Tidak tahu, apakah karena dampak kenaikan BBM atau yang lainnya. Yang jelas, belakangan ini ya sekitar dua minggu terakhir ini daya beli masyarakat turun," terangnya.

Hal senada juga disampaikan oleh pedagang telur ayam di Pasar Templek, Kota Blitar, Khoirul. Dia menyebutkan, tingkat penjualan telur menurun hampir satu bulan ini. Sebelumnya penjualan telur mencapai 50 kilogram per hari. Tetapi saat ini hanya mampu menjual telur 30 kilogram per hari.

Padahal, menurutnya, harga telur sejak sebulan terakhir ini cenderung stabil. Malah, sekarang harga telur turun. Adapun harga telur saat ini sekitar Rp 24.000 per kilogram.

"Penjualannya agak lambat (sepi) sekitar sebulan terakhir ini. Padahal harganya stabil, malah hari ini harganya turun," katanya.

Menurut Khoirul, kondisi penjualan yang sepi tidak hanya terjadi pada komoditas telur. Namun, penjualan kebutuhan pokok lainnya juga ikut sepi. Hingga saat ini, pedagang tidak mengetahui penyebab pasti daya beli masyarakat menurun.

"Kondisinya hampir merata di semua pedagang kebutuhan pokok. Memang penjualannya lagi sepi," pungkasnya.



Simak Video "Antrean Warga Blitar Berburu Minyak Goreng Murah di Blitar"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)